Grup WA "All Stars" Pelajar SMP Bekasi Terbongkar: Ajakan Tawuran Hingga Berbuat Mesum, Ini Faktanya

Grup Whatsapp (WA) pelajar berisi video porno hingga ajakan berbuat asusila dan tawuran ditemukan pihak SMP Negeri di Cikarang Selatan.

Grup WA
Kompas.com/Istimewa
Ilustrasi Whatsapp 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Grup Whatsapp (WA) pelajar berisi video porno hingga ajakan berbuat asusila dan tawuran ditemukan pihak SMP Negeri di Cikarang Selatan.

Pihak sekolah mendapatkan hal tersebut setelah melakukan razia telepon seluler milik siswa.

Diketahui, grup tersebut bernama "All Stars".

Pihak sekolah telah mengeluarkan tiga siswa yang dianggap sebagai provokator dan sering berbuat onar.

Sementara sisanya dalam pengawasan pihak sekolah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPA) Kabupaten Bekasi, Ida Farida meminta pihak sekolah dan orang tua untuk mengawasi isi HP siswa atau anaknya.

"Sekarang kan jaman teknologi yang berkembang dengan pesat. Anak-anak mudsh akses atau menyimpan video semacam itu. Jadi pihak sekolah harus rutin lakukan razia untuk awasi penggunaan HP itu, begitu juga orang tua wajib memeriksa isi konten yang ada di HP anaknya," ujarnya dikutip dari Warta Kota.

Untuk kasus ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan sekolah maupun orang tua untuk melakukan sosialisasi terkait hal itu.

"Kita akan koordinasi, kita lakukan sosialisasi dengan sekolah maupun orang tua. Ini jadi pelajaran buat seluruh sekolah dan orang tua di Kabupaten Bekasi untuk senantiasa awasi anak," jelasnya.

Sementara itu, kasus ditemukannya konten porno di aplikasi percakapan milik siswa itu saat ini sudah ditangani komisi perlindungan anak daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi.

WhatsApp.
WhatsApp. (efe)

Sementara anggota komisioner KPAD Kabupaten Bekasi Muh Rojak mengatakan, grup WhatsApp itu belum lama ditemukan.

Grup berisi 24 orang, 10 perempuan dan 14 laki-laki.

"Grup itu ditemukan saat ada razia siswa yang dilakukan pihak sekolah minggu lalu. Saat diperiksa isi HP-nya ditemukan grup itu, pada masuk grup itu. Mereka semua merupakan siswa kelas tiga SMP," kata Muh Rojak kepada Warta Kota, Selasa (9/10/2018).

Ia menjelaskan, dalam grup itu ada 42 video porno, ajakan tawuran, maupun ajakan mesum personal.

Bahkan, ada foto murid yang sedang memegang celurit tidak jauh dari lokasi.

"Dari kejadian itu, tiga siswa dipindahkan, satu berhenti. Mereka (ketiga) itu merupakan admin dan juga yang nyebarnya video-nya. 20 bertahan di sekolah tersebut, dengan masih dalam pengawasan guru Bimbingan Konseling (BK). Kami juga turut mengawasi," paparnya.

Atas kejadian itu, saat ini 20 siswa yang masih tetap di sekolah terus dalam pengawasan dan bimbingan pihak sekolah.

Mereka absen setiap pagi, serta Salat Duha dan Asar berjamaah.

"Semua dalam pengawasan kita. Setiap pagi anak-anak ini isi absensi ikut Salat Duha bareng, Zuhur bareng, sampai Asar pun bareng. Terakhir pulang juga harus absen," jelasnya.

Rojak menilai hal itu terjadi karena lemahnya pengawasan orang tua kepada anaknya.

"Ya karena minim pengawasan, jadi banyak orang tua yang jarang ajak diskusi anaknya. Banyak anak HP dikunci, ini orang tua harus tahu dan mengecek. Memang seharusnya SMP jangan terlebih dahulu memegang HP, karena zaman era teknologi ini tanpa batas. Ini kan bicaranya anak anak kebawa arus dengan teknologi yang begitu luar biasa," ulasnya.

Orangtua Kaget

Orangtua siswa di Kabupaten Bekasi kaget dan prihatin saat mendengar kabar ditemukannya group Whatsapp (WA) "All Stars" berisikan konten pornografi.

Grup media sosial itu dibuat oleh sejumlah siswa di salah satu SMP di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Isi dalam group itu ada 42 video porno, ajakan tawuran, dan ajakan mesum

Hal itu diungkapkan Rahmat Majid (40), orangtua siswa salah satu SMPN Tambun Selatan, kepada Warta Kota, Selasa (9/10/2018).

Rahmat menyayangkan, ada grup WA yang berisikan konten-konten pornografi itu, bahkan ada chat ajakan hubungan intim.

"Wah saya kaget juga baca beritanya. Saya kan punya anak SMP. Saya berharap Dinas Pendidikan dan sekolah bisa lebih ketat lagi awasi anak di sekolah," kata Rahmat yang memiliki anak duduk di kelas IX.

Atas kejadian itu, Rahmat akan lebih memperketat melakukan pengawasan kepada anaknya.

Ilustrasi ponsel Xiaomi
Ilustrasi ponsel (Istimewa.)

"Ya kita akan lebih cermat lagi dalam memperhatikan anak. Masa pertumbuhan anak SMP ini kan rawan dan sensitif, karena sedang pencarian jati diri dan pembentukan pola pikir. Saya akan lebih sering berkomunikasi aja," ucapnya.

Dia menambahkan, dirinya tidak dapat memungkiri penggunaan ponsel di kalangan anak SMP termasuk anaknya.

"Mengajarkan anak dunia teknologi dan modernisasi juga penting. Tinggal pengawasan penggunaan hape-nya saja," ucapnya.

"Kalau saya sih selektif, hape anak saya tidak boleh pakai kode. Kalau pakai saya harus tahu, ya agar kita tahu isi hape-nya," katanya.

Dia juga menyarankan agar pihak sekolah tidak memperbolehkan siswa membawa ponsel ke sekolah.

Selain itu, dia juga mengkritisi sejumlah guru yang masih banyak menggunakam ponsel pada saat mengajar.

"Guru harus beri contoh juga, pada saat proses belajar mengajar jangan bawa hape, ini kan guru banyak yang main hape. Siswanya ngerjakan tugasnya, ia malah asik main hape," ujarnya.

Disdik Kabupaten Bekasi Gandeng Ulama

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Supratman mengaku kaget soal kabar tersebut. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah, orang tua, maupun kepolisian.

"Soal itu kita juga kaget sebenarnya, kita juga tidak menyangka anak-anak kita bisa kayak gitu. Saya gandeng ulama, ini tanggung jawab kita semua, karena tidak hanya pendidikan (formal), tapi pendidikan informal perlu," katanya, pada Rabu (10/10/2018).

Ia juga menghimbau pihak sekolah untuk razia rutin dan melakukan pengawasan kepada siswanya.

Kemudian ia akan mengumpulkan orang tua untuk mengingatkan peristiwa ini.

"Ini jadi pelajaran dan perhatian kita bersama. Soal HP ini juga sebenarnya dibutuhkan juga, misal mau ketemu dijemput dimana sama orang tua. Kita akan perintahkan untuk memberi batasan, HP tidak bisa dihidupkan atau dikumpulkan pada saat proses belajar mengajar. Saya juga sudah (keluarkan) surat edaran," ujarnya.

Polres Metro Bekasi Lakukan Pembinaan

Polres Metro Bekasi akan melakukan pembinaan terhadap sejumlah siswa SMP Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, yang masuk dalam grup WhatsApp (WA) 'All Stars'.

Grup itu berisikan video pornografi, ajakan tawuran, dan ajakan berbuat asusila.

"Itu sudah kita tangani, pendekatan kita bukan penegakkan hukum, tapi penindakan kita lebih banyak pada pembinaan," kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Candra Sukma Kumara, di Mapolrestro Bekasi, Kamis (11/10/2018).

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Candra Sukma Kumara
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Candra Sukma Kumara (Warta Kota/Muhammad Azzam)

"Kita bina anak-anak yang ada dalam group. Termasuk anak-anak yang dikeluarkan dari sekolah," katanya lagi.

Candra mengatakan, pihaknya tidak menindak secara pidana karena anggota grup All Stars masih di bawah umur.

"(Dijerat UU ITE), tidak bisa, seperti yang digambarkan ada transaksi prostitusi tidak ada. Hanya share-share gambar tidak senonoh," katanya.

"Tidak ada niatan ke arah sana. Mereka ini kan mengirimkan gambar-gambar porno saja, tapi ini namanya anak dibawah umur tetap saja tidak boleh," katanya.

Dia mengungkapkan, pihaknya khususnya Polisi Bina Masyarakat (Binmaspol) langsung melakukan sosialisasi kepada pihak sekolah maupun orangtua siswa terkait kasus tersebut.

Simak Kesalahan yang Harus Kamu Hindari Saat Gunakan Penjepit Bulu Mata

Pemerintah Bakal Buat Kebijakan dan Anggaran Baru Bagi Atlet Penyandang Disabilitas

Warga Petobo Ini Terus Meratapi Rumahnya yang Bergeser Ratusan Meter dan Tinggal Terlihat Atapnya

"Saya sama Binmas langsung sosialisasi, saya minta pihak sekolah seringlah rutin melakukan pengecekan konten hape siswanya, kita tidak larang anak-anak itu membawa HP, tapi yang kita larang adalah kontennya," kata Candra.

"Orangtua ini juga harus tingkatkan pengawasannya. Lihat dan cek hape anaknya, buka website apa atau isi WA-nya apa," ujarnya. (Warta Kota)

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved