Pilpres 2019

Mardani Sebut Prabowo Pemimpin 'Gentleman', Budiman Ungkit Aktivis 98 yang Hilang

Mardani Ali Sera sebut Prabowo Subianto pemimpin gentleman ketika berani meminta maaf ke publik atas kasus kebohongan Ratna Sarumpaet yang menyeretnya

Mardani Sebut Prabowo Pemimpin 'Gentleman', Budiman Ungkit Aktivis 98 yang Hilang
Tangkapan layar YouTube Najwa Shihab
Mardani Ali Sera yang mewakili tim kampanye Prabowo-Sandiaga Uno (kiri) dan Budiman Sudjatmiko yang mewakili tim kampanye Jokowi-Maruf Amin (kanan) dalam diskusi Mata Najwa, Rabu (10/10/2018) malam. 

"Kenapa beliau, dengan segala hormat, tidak menemani anak buahnya di penjara dan kemudian dipecat. Kenapa?" sambung dia.

Budiman menilai atas kasus tersebut sisi gentleman Prabowo sudah gugur sejak awal.

"Artinya apa? Saya ingin mengatakan bahwa syarat menjadi gentleman gugur sejak awal, tepat ketika rekan-rekan saya belum kembali hingga saat ini," ungkap dia.

Mardani Banggakan Prabowo Soal Gunung Everest, Arsun Sani: Pilpres Tak Cari Pendaki Gunung

Harga Nasi Ayam Singapura Versi Sandiaga Lebih Murah Ditanggapi Kubu Jokowi

Prabowo Sempat Seruput Kopi Purwoceng, Sebelum Masuki Ruang Rakernas DPP LDII di Pondok Gede

Ferdinand Hutahaean dari tim kemenangan Prabowo-Sandiaga Uno berikan tanggapan atas pernyataan Budiman.

"Pantaslah mereka rupanya bernafsu ingin memenjarakan Pak Prabowo. Pantas melaporkan ke polisi karena di pikirannya masih harus memenjarakan Prabowo. Malang sekali nasib kalian kalau begitu," ujar Ferdinand Hutahaean yang justru disambut tawa oleh Budiman.

"Tentang penculikan ini, kita harus melihat mereka itu adalah prajurit yang sejak awal melaksanakan tugas. Mereka dibebani pikiran dan tanggung jawab sebagai seorang prajurit," ujar Ferdinand.

Tanggapi pernyataan Ferdinand, Budiman justru sepakat akan pernyataan Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat itu soal tugas prajurit.

"Prajurit tidak pernah salah, saya sepakat! Tapi komandan yang harus selalu bersalah. Dan kenapa komandannya tidak pernah justru tidak menanggung itu?" tanya Budiman.

Debat Budiman Sudjatmiko dan Ferdinand Hutahaean dalam diskusi Mata Najwa, Rabu (10/10/2018) malam.
Debat Budiman Sudjatmiko dan Ferdinand Hutahaean dalam diskusi Mata Najwa, Rabu (10/10/2018) malam. (Tangkapan layar YouTube Najwa Shihab)

"Prabowo sudah menebusnya dengan diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Perwira," jawab Ferdinand.

"Semua kesalahan itu ada skalanya. Tidak bisa semuanya dipenjara," sambungnya.

Halaman
1234
Penulis: Erlina Fury Santika
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved