Polemik Ratna Sarumpaet

TERPOPULER, Akui Kepintaran Prabowo Cs, Ruhut Sitompul Sebut Jokowi-Ma'ruf Jadi Korban Kasus Ratna

Kasus Ratna Sarumpaet dituding sebagai rekayasa Kubu Jokowi-Ma'ruf Amin, Ruhut Sitompul berikan respon.

TERPOPULER, Akui Kepintaran Prabowo Cs, Ruhut Sitompul Sebut Jokowi-Ma'ruf Jadi Korban Kasus Ratna
Tribun Medan/Farhat Baginda Gorby
Ruhut Sitompul memakai kemeja PDI Perjuangan saat kampanye akbar Djarot-Sihar di Kabupaten Asahan, Minggu (30/4/2018). TRIBUN MEDAN/FARHAT BAGINDA GORBY 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rr Dewi Kartika H

TRIBUNJAKARTA.COM - Mantan anggota DPR RI Ruhut Sitompul menanggapi tudingan yang menyebut kasus kebohongan aktivis Ratna Sarumpaet merupakan rekayasa dari kubu Jokowi-Ma'ruf Amin.

Hal tersebut disampaikan Ruhut Sitompul saat menjadi narasumber di Sapa Indonesia, Kompas TV pada Rabu (10/10/2018).

Diberitakan sebelumnya Ratna Sarumpaet mengakui berbohong soal penganiayaan yang dilakukan orang tak dikenal di Bandung Jawa Barat.

Kebohongan itu menyebabkan Ratna Sarumpaet ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Tak hanya itu beberapa tokoh ternama di kubu Prabowo-Sandiaga juga turut terseret, seperti Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Kini beragam opini masyarakat soal kasus kebohongan Ratna Sarumpaet berkembang.

Salah satunya opini soal kasus Ratna Sarumpaet merupakan rekayasa dari Kubu Jokowi-Ma'ruf demi menjatuhkan Prabowo-Sandiaga.

"RS ini sedemikian rupa diambil keberpihakannya dengan kubu Jokowi-Ma'ruf, untuk menjebak Pak Prabowo-Sandi itu beredar di masyakarat?" tanya Bayu pembawa acara Sapa Indonesia.

Ruhut Sitompul lantas menanggapi tudingan tersebut.

 TERPOPULER, Amien Rais Disebut Akan Didampingi 300 Pengacara, Ruhut Sitompul: Berbeda dengan Ahok

 Sindir Cara Ratna Sarumpaet Dukung Capres, Ruhut Sitompul Ingatkan Kesalahan Lebih Besar

TONTON JUGA

Menurut Ruhut Sitompul tudingan tersebut dilancarkan kubu Prabowo-Sandi demi mencari pembenaran.

"Di situlah pintarnya kubu Prabowo dan Sandi tolong digaris bawahi," kata Ruhut Sitompul.

"Untuk mencari pembenaran pintar banget mereka," tambahnya.

Ruhut Sitompul mengatakan dalam kasus Ratna Sarumpaet, pihak yang sebenarnya menjadi korban adalah Kubu Jokowi-Ma'ruf.

 Sindir Fahri Hamzah Soal Ratna Sarumpaet, Ruhut Sitompul Bandingkan dengan Tradisi Kebudayaan Jepang

 Hanum Rais Bicara Ratna Sarumpaet Sebagai Cut Nyak Dien Masa Kini, Ruhut Sitompul: Aku Sedih

"Jujur saja siapa yang menjadi korban dari kelakukan Ratna Sarumpaet, ya kami (Kubu Jokowi-Ma'ruf), tapi kami berterimakasih ini era reformasi," ucap Ruhut Sitompul.

Pasalnya sebelum kasus tersebut dibongkar pihak kepolisian, Ruhut Sitompul menjelaskan beragam pihak menyudutkan dirinya.

Ruhut Sitompul yang mengaku besar di Bandung, mengatakan saat Hanum Rais menyebut Ratna Sarumpaet dikeroyok di Bandara Internasional Husein Sastranegara, orang-orang Bandung menghubunginya merasa tak terima.

"Sekarang mereka habis itu Ratna, tapi awal kejadianya saya ini besar di Bandung saya dihubungi 'apa sih maksud dari Hanum Rais?" kata Ruhut Sitompul.

 Ratna Sarumpaet Berbohong, Ruhut Sitompul: Sakitnya Tak Seberapa Tapi Malunya Ini

 Saat Ruhut Sitompul Ejek Pihak yang Nyinyir Erick Tohir Ditunjuk Jadi Ketua TKN Jokowi-Maruf

Tak hanya disudutkan warga Bandung, Ruhut mengatakan banyak warga Aceh yang menghubunginya dan mengaku tak terima dengan pernyataan Hanum Rais yang menyebut Ratna Sarumpaet adalah Cut Nyak Dien masa kini.

"Aceh lagi, marah lagi," ujar Ruhut Sitompul.

Ruhut Sitompul juga menyoroti sikap Amien Rais yang sempat mangkir dari panggilan pihak kepolisian.

"Kalau dipanggil ya datang aja, kalau kita merasa benar," ucap Ruhut Sitompul.

SIMAK VIDEONYA:

Dugaan Konspirasi di Balik Kebohongan Ratna Sarumpaet, Andre Rosiade Buka Suara

Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko mengungkapkan beberapa alasan soal dugaan konspirasi di balik kasus kebohongan Ratna Sarumpaet.

Kasus Ratna Sarumpaet menjadi perhatian publik belakangan ini.

Ratna Sarumpaet berbohong soal penganiayaan yang dialaminya.

Hal tersebut ia sampaikan kepada media di kediamannya di Jalan Kampung Melayu Kecil V Nomor 24, RT 04 RW 05, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).

Ratna Sarumpaet mengakui tak ada kasus penganiayaan yang dialaminya.

"Jadi tidak ada penganiayaan, itu hanya cerita khayal entah diberikan oleh setan mana ke saya, dan berkembang seperti itu," tegas Ratna Sarumpaet.

Potret wajah Ratna Sarumpaet yang lebam sempat tersebar di media sosial itu ternyata efek operasi sedot lemak di Rumah Sakit Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

Atas kejadian ini, Ratna Sarumpaet kini telah ditahan oleh Polda Metro Jaya.

Ratna ditahan setelah diperiksa penyidik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan alasan penahanan Ratna salah satunya karena penyidik khawatir yang bersangkutan melarikan diri.

"Jadi kenapa dilakukan penahanan, alasannya subyektivitas penyidik, jangan sampai melarikan diri, mengulangi perbuatannya, dan menghilangkan barang bukti," kata Argo, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (5/10/2018).

Argo mengatakan, Ratna akan ditahan di Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan.

Penahanan ini membuat kubu Prabowo Subianto dan Jokowi angkat bicara.

Budiman Sudjatmiko menduga ada aktor lain yang terlibat dalam kasus ini.

"Patut diduga bahwa ini bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. Kenapa saya katakan demikian? bukan sekali aja peristiwa politik terjadi di berbagai pemilihan umum," tuturnya dikutip dari kanal YouTube Kompas TV pada Selasa (9/10/2018).

"Pertama, conditioning, bagaimana sentimen agama dimunculkan di Pilkada DKI Jakarta, lalu ada juga sentimen tentang emak-emak dimunculkan di penganiayaan emak-emak. Sekali lagi ini pernyataan politik," sambungnya.

Hingga kemudian, Budiman Sudjatmiko menegaskan, kasus ini patut diduga terjadi telah dirancang.

Politikus Gerindra, Andre Rosade, mengatakan alasan Budiman Sudjatmiko cs yang membahas kasus Ratna Sarumpaet terus-menerus karena pemerintah gagal mengelola ekonomi, dolar naik dan Lombok berteriak.

"Mereka membutuhkan narasi baru untuk menutupi kegagalan," tutur Andre.

Tak terima dengan tanggapan Andre, Budiman menyatakan, tim Prabowo cs itu haus atas kepahlawanan.

"Masalahnya kenapa harus memunculkan pahlawan-pahlawan palsu dan drama palsu, apakah sedemikian mereka fakirnya terhadap kepahlawanan," papar Budiman.

Budiman Sudjatmiko mengatakan analisisnya di balik dugaaan kasus Ratna Sarumpaet itu.

"Sebuah proses untuk memunculkan Ratna Sarumpaet tanpa verifikasi. Rancangan informasi (by design, red) tak harus dari proses yang panjang. Bu Ratna hanya sampaikan kepada keluarga dan tidak melakukan proses publikasi atas kebohongan dia kepada keluarga. Kemudian, itu dipakai oleh kelompok sekitar Prabowo ke ranah politik untuk melakukan konferensi pers," jelasnya.

"Bukan doorstop interview, hanya konferensi pers dengan tim yang lengkap," sambungnya.

Tindakan tersebut diartikan Budiman Sudjatmiko sebagai seolah Jokowi melakukan serangan kepada lawan politiknya.

"Sebuah panggung politik untuk menggoreng seolah Pak Jokowi akan melakukan penganiayaan," tegasnya.

Andre menyatakan, seketika Ratna Sarumpaet mengaku berbohong maka tim Prabowo telah memberhentikan aktivis tersebut sebagai tim pemenangan.

Tak hanya itu, Ratna juga telah dilaporkan ke polisi.

Bahkan, Andre Rosiade menantang agar dugaan Budiman Sudjatmiko itu dibuktikan kepada polisi.

"Boleh Mas Budiman dan Mba Dini mimpi siang bolong membangun narasi kalau ini ada konspirasi, silakan buktikan ke polisi," imbuhnya.

Andre menegaskan jila memang tim Prabowo telah memberikan kasus Ratna Sarumpaet kepada polisi.

Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved