Kemenkeu: Kenaikan Harga Premium Berpotensi Dongkrak Inflasi

Kementerian Keuangan melalui Badan Kebijakan Fiskal (BKF) menilai inflasi berpotensi meningkat saat harga BBM premium resmi dinaikkan nanti.

Kemenkeu: Kenaikan Harga Premium Berpotensi Dongkrak Inflasi
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Warga sedang mengisi bahan bakar di SPBU self service yang terletak di Jalan Pahlawan, Duren Jaya, Kota Bekasi, Minggu (8/4/2018 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kementerian Keuangan melalui Badan Kebijakan Fiskal (BKF) menilai inflasi berpotensi meningkat saat harga bahan bakar minyak ( BBM) premium resmi dinaikkan nanti.

Menteri ESDM Ignasius Jonan sebelumnya telah mengumumkan akan menaikkan harga premium, namun belakangan Kementerian BUMN menyatakan kenaikan tersebut ditunda sampai ada keputusan resmi dari rapat koordinasi pemerintah.

"Harga BBM domestik itu salah satu pembentuk inflasi dari administered prices (harga yang diatur pemerintah). Kalau harga BBM naik, tentu administered prices dan inflasi meningkat," kata Kepala BKF Suahasil Nazara di sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua Beach Hotel, Kamis (11/10/2018).

Meski berpotensi naik, Suahasil menilai kenaikan tingkat inflasinya bergantung pada kapan keputusan harga premium yang baru nanti dikeluarkan.

Jika menjelang akhir tahun baru diputuskan, maka kemungkinan besar inflasi secara keseluruhan untuk tahun ini tidak akan terlalu besar.

Cek Lokasi Layanan SIM Keliling di Kota dan Kabupaten Bekasi Hari Ini

Siang Ini Cuaca di Jakarta Selatan dan Tangerang Diprakirakan Hujan

"Kalau tahun 2018 ini kan tinggal dua bulan lagi, (inflasi) meningkatnya kemungkinan tidak terlalu besar," tutur Suahasil.

Mengenai kenaikan harga premium yang bakal mengurangi daya beli masyarakat, Suahasil menyebut ada kemungkinan hal itu terjadi.

Namun, daya beli akan tergerus jika inflasi secara keseluruhan, yang turut mempertimbangkan banyak indikator, juga ikut naik, sehingga tidak dari kenaikan harga premium semata.

"Selama ini kami selalu memikirkan sebaiknya kami menjaga daya beli masyarakat, kenapa, karena untuk PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia itu 56 persen berasal dari konsumsi, makanya kami jaga," ujar Suahasil.

Dia turut memproyeksi, inflasi hingga akhir tahun ini masih terjaga sesuai dengan target pemerintah, yakni antara 3 sampai 3,5 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi hingga September 2018 tercatat sebesar 2,88 persen.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemenkeu: Kenaikan Harga Premium Berpotensi Dongkrak Inflasi".
Penulis : Andri Donnal Putera

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved