Ketika Dirigen Aremania Dilarang Masuk Stadion Seumur Hidup, Bos Arema FC: Jadikan Perenungan Massal

PSSI menjatuhkan sanksi berta kepada Arema FC. Bahkan Dirigen Arema FC Yuli Sumpil dihukum tak boleh masuk stadion di Indonesia seumur hidup.

Ketika Dirigen Aremania Dilarang Masuk Stadion Seumur Hidup, Bos Arema FC: Jadikan Perenungan Massal
kolase SUCI RAHAYU/BOLASPORT.COM // Instagram @aremafans
Aremania memberikan dukungan kepada Arema saat melawan Mitra Kukar pada laga pekan pertama Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (24/03/2018) sore // Yuli Sumpil 

Iwan Budianto pun berharap, hukuman yang dijatuhkan kepada Arema FC dan Aremania dapat menjadi momentum perubahan perilaku positif bagi semua pihak, tidak hanya klub, panpel, tapi juga suporter.

“Jangankan dihukum sampai akhir musim, Sejujurnya Arema FC  ikhlas jika harus dihukum 10 tahun tanpa penonton dan sanksi lainnya, asalkan mampu membawa revolusi perubahan perilaku positif bagi suporter Indonesia. Kita siap menjadi martir perubahan kebaikan dalam sepakbola kita,” ujarnya.

Klasemen Liga 1: Persib Bandung Terancam, PSM Makassar Diuntungkan

PSSI Keukeh Gunakan Stadion Patriot untuk Timnas, Gede Widiade: Kandangnya Persija Jakarta di Sini

Kendati demikian, Iwan menegaskan bahwa Arema FC akan menjalani hukuman ini dengan tegak kepala dan menjadi cambuk untuk perubahan dan patuh terhadap penegakan regulasi.

“Kita tidak akan mengajukan banding. Namun akan berada di barisan terdepan untuk membangun kesadaran para suporter utamanya Aremania agar berubah menjadi lebih baik,” tegasnya.

Di sisi lain, Iwan Budianto juga memohon agar Aremania mawas diri dan intropeksi, serta tetap menjaga keutuhan dan persatuan antar Aremania.

“Jadikan perenungan massal dan jadikan momentum untuk berubah dalam sikap dan berperilaku yang baik dalam mendukung tim kebanggaan kita,”katanya.

Iwan Budianto pun mengimbau kepada semua pihak agar tidak merespon dan bereaksi negatif atas keputusan Komdis PSSI.

”Hentikan perdebatan. Tapi kita perlu bangkit bersatu untuk berubah lebih baik. Jika perlu kita harus lebih sering bertemu berdiskusi berbicara dari hati ke hati agar kejadian serupa tidak terjadi dan tidak diulang ulang lagi di masa yg akan datang” tegasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved