Rumah DP 0 Rupiah Dijual Mulai dengan Harga Rp 184 Juta

Hunian tersebut, nantinya akan tersedia sebanyak 780 unit dengan dua jenis tipe rumah, yaitu tipe 21 dan tipe 36

TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Contoh tampilan ruang tamu di rumah DP Rp 0 tahap awal di Klapa Village, Jakarta Timur. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Konstruksi Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) DP Rp 0 tahap awal sudah dibangun di kawasan Klapa Village, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Hunian tersebut, nantinya akan tersedia sebanyak 780 unit dengan dua jenis tipe rumah, yaitu tipe 21 dan tipe 36.

"Alhamdulillah hari ini menjasi hari bersejarah, karena program DP nol rupiah resmi diluncurkan. Peraturannya sudah resmi keluar, (yakni) Pergub nomor 104 tahun 2018. Program ini nanti akan mulai membuka pendaftaran pada tanggal 1 November mendatang," ujar Anies Baswedan di Klapa Village, Jumat (12/10/2018).

Anies menjelaskan, setidaknya ada 51, 7 persen masyarakat DKI Jakarta yang tak memiliki rumah tinggal milik pribadi saat ini.

Dengan hadirnya program SAMAWA (Solusi Rumah Warga) Rusunami Dp RP 0, Anies berharap nantinya masyarakat DKI Jakarta bisa memiliki rumah tinggal secara bertahap.

"Saya gariskan bahwa semua yang menjadi rencana program janji-janji, kita akan tunaikan satu per satu. Hari ini janji DP nol rupiah kita tunaikan, dan insya Allah ini menjadi awal bagi tuntasnya masalah perumahan," tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) DKI Jakarta, dari 780 unit rumah DP Rp.0 tersebut, sebanyak 420 unit hunian diantaranya merupakan tipe 21 yang dijual seharga Rp.184.800.000 hingga Rp. 213.400.000.

Sedangkan untuk 320 unit hunian dengan tipe 36, dijual dengan harga Rp. 304.920.000 hingga Rp. 310.000.000.

"Pemda DKI mencoba memfasilitasi untuk pembiayaan uang muka, maksimal adalah 20 persen dari harga rumah ini. Harga tipe 21 kurang lebih sekitar Rp 210 juta, untuk tipe 36 kurang lebih sekitar Rp.320 juta itu belum termasuk PPN, karena tipe 36 itu terkena PPN, kalau tipe 21 tidak," ujar Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Meli Budiastuti.

"Apabila masyarakat mengajukan untuk pembayaran uang muka difasilitasi oleh Pemda DKI, maka Pemda DKI melalui APBD akan mengalokasikan tersebut," tambah Melly.

Kisah Stenly Tatoy, Nelayan Indonesia yang Hanyut 80 Hari: Bak Mujizat Hingga Cara Bertahan Hidup

Manajer Cantik Yakin SMA Al-Izhar Berprestasi di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 South Region

Melly menjelaskan, nantinya para pendaftar yang lolos seleksi harus mengajukan permohonan bantuan bebas uang muka kepada Gubernur DKI Jakarta Anies sebagai syarat untuk mengikuti program hunian DP Rp. 0 tersebut.

Sehingga, nantinya pembayaran uang muka tersebut bisa difasilitasi oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Iya, mereka yang dinyatakan lolos seleksi, mereka mengajukan permohonan kepada Pak Gubernur. Ada lampirannya. Setelah seleksi sudah memenuhi syaratnya semua, baru ngajukan itu," tutur Melly.

Berdasarkan informasi, skema pembayaran hunian dilakukan dalam jangka waktu cicilan maksimal 20 tahun dengan persyaratan penghasilan dari Rp. 4 juta hingga Rp.7 juta per bulan.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved