Laporkan Fadli Zon ke Bareskrim, PSI Disindir Andre Rosiade: Numpang Tenar dengan Gerindra

Politikus PSI melaporkan Fadli Zon terkait pelesetan lagu Potong Bebek Angsa, Andre Rosiade memberikan sindiran.

Laporkan Fadli Zon ke Bareskrim, PSI Disindir Andre Rosiade: Numpang Tenar dengan Gerindra
KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN // KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rr Dewi Kartika H

TRIBUNJAKARTA.COM - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest diketahui melaporkan Ketua DPR RI Fadli Zon terkait unggahan video "Potong Bebek Angsa PKI".

Saat menjadi narasumber di Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Rian Ernest lantas membeberkan asalannya melaporkan Fadli Zon.

Menurut Rian Ernest pesan di lagu pelesetan Potong Bebek Angsa itu dapat memancing emosi masyarakat.

"Karena pesan yang ia sampaikan mampu memancing emosi di akar rumput," jelas Rian Ernest dikutip TribunJakarta.com dari saluran YouTube Kompas TV, pada Minggu (14/10/2018).

Rian Ernest menjelaskan pesan dari lagu pelesetan tersebut juga mampu menciptakan rasa tidak percaya masyarakat terhadap pemerintah.

Rasa ketidakpercayaan itu dikhawatirkan dapat menimbulkan perpecahan.

"Kalau pesan seperti itu disebarkan di masyarakat nanti akan tercipta ketidakpercayaan pemerintah, dan bisa timbul perpecahan," jelas Rian Ernest.

Ia lantas mengatakan perpecahan merupakan strategi politik yang kerap kali digunakan oleh Partai Gerindra.

"Gerindra selalu menerapkan politik pemeceh belah," ungkap Rian Ernest.

Menanggapi pernyataan kontroversial dari Rian Ernest, Juru Bicara Koalisi Adil Makmur Andre Rosiade memberikan sindiran pedas.

Video Potong Bebek Angsa PKI Unggahan Fadli Zon Diusut Polisi, Rian Ernest Apresiasi Polri

Budiman Sudjatmiko Tantang Debat Fadli Zon, Fahri Hamzah, Rocky Gerung hingga Dahnil Anzar

TONTON JUGA

Menurut Andre Rosiade PSI memang memiliki standar operasional prosedur (SOP) untuk memberikan sindiran kepada Gerindra, Fadli Zon, dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

"Yang pertama kita maklumin PSI ini standar operasi partainya memang selalu nyinyirin sama Gerindra sama Fadli Zon, dan Prabowo," ucap Andre Rosiade.

Andre Rosiade juga mengatakan PSI melakukan hal tersebut agar cepat dikenal oleh masyarakat.

"Mereka harus mempercepat keterkenal partainya caranya adalah numpang tenar dengan Partai Gerindra," celetuk Andre Rosiade.

Tak hanya itu Andre Rosiade lantas menyebutkan anggota PSI lain yang kerap mengkritik Prabowo Subianto.

Dituduh Sebarkan Kebohongan Ratna Sarumpaet dan Dilaporkan ke Polisi, Fadli Zon Sebut Pengalihan Isu

Gara-gara Foto Fadli Zon Terbuai Cerita Bohong Ratna Sarumpaet, Puji Aktingnya Dahsyat

"Kita lihat Raja Juli atau Tsamara harus mengkritik Prabowo," ujar Andre Rosiade.

"Ini saya kasih tau SOPnya memang begitu," tambahnya.

Mendengar sindiran Andre Rosiade, Rian Ernest tak terima.

"SOP darimana bung?" tanya Rian Ernest.

TERPOPULER - Gibran Komentari Permintaan Maaf Fadli Zon hingga Rizal Ramli soal Ratna Sarumpaet

Jadi Pihak Pertama yang Sebar Kasus Ratna Sarumpaet, Fadli Zon Diminta Mahfud MD Bertanggungjawab

Pantauan TribunJakarta.com Andre Rosiade dan Rian Ernest nampak beradu argumen.

Andre Rosiade kemudian mengatakan permasalahan kasus Fadli Zon biar diproses secara hukum.

"Yang kedua silahkan laporankan Bang Fadli kita uji di hukum," ucap Andre Rosiade.

Politisi PSI Ditanya Belasan Pertanyaan

Rian Ernest mengaku ditanya belasan pertanyaan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Ia diperiksa sebagai pelapor terhadap Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon terkait unggahan video "Potong Bebek Angsa PKI".

Fadli dilaporkan dengan dugaan perkara tindak pidana Konflik Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) dan penyebaran berita bohong (hoaks).

Jadi saya sebagai pelapor untuk kasus "Potong Bebek Angsa" ini dipanggil yang sifatnya wawancara. Jadi tadi saya dikasih belasan pertanyaan," kata Rian di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Rian mengaku diminta kepolisian menjelaskan secara detail terkait unggahan video tersebut di akun twitter Fadli Zon.

"Saya diminta menjelaskan secara detail, saya tahu peristiwa postingan twitter itu kapan, lalu ditanyakan juga mengapa harus dilaporkan," ungkapnya.

Setelah dimintai keterangan, Rian juga menandatangani dua rangkap dokumen berita acara wawancara.

Ia mengapresiasi kepolisian yang profesional ketika dirinya dimintai keterangan.

"Saya senang sama teman-teman Cyber Crime. Tadi pemeriksaan saya berjalan baik, betul- betul enggak ada gangguan, dan saya apresiasi sekali," katanya.

Rian memperkirakan, kepolisian akan memanggil politisi PSI lainnya, seperti Tsamara Amany Alatas dan Mohammad Guntur Romli.

Keduanya akan melengkapi keterangan Rian.

"Karena beliau juga mengetahui kan, mungkin juga Guntur Romli juga akan dipanggil. Ini buat melengkapi aja sih. Jadi kan biar ceritanya ini kan utuh. Kalau dari versi saya aja kan enggak utuh," paparnya.

Sebagai informasi, video yang diunggah Fadli menggambarkan tiga orang laki-laki dan enam orang perempuan yang menari sambil mengenakan topeng penguin.

Mereka menari diiringi lagu "Potong Bebek Angsa" dengan lirik yang sudah dimodifikasi dalam video yang diunggah Fadli pada 23 September 2018.

Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved