Breaking News:

Pilpres 2019

Tak Terpilih Jadi Cawapres Jokowi pada Pilpres 2019, Cak Imin: Nanti 2024

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengimbau kader PKB tak perlu khawatir karena dirinya tak terpilih menjadi pendamping Joko Widodo sebagai Cawapres.

Penulis: Bima Putra | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunJakarta
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Sukmajaya, Depok, Minggu (14/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengimbau kader PKB tak perlu khawatir karena dirinya tak terpilih menjadi pendamping Joko Widodo sebagai cawapres.

Bila ada pihak yang bertanya bagaimana nasib dirinya, dia meminta para kader menjawab bahwa dirinya akan bertanding di Pilpres 2024 mendatang.

"Kalau ada yang nanya Cak Imin gimana, Cak Imin nanti 2024. Jangan khawatir, masih panjang perjalanan," kata Cak Imin di hadapan kader PKB di aula Graha Insan Cita, Depok, Minggu (14/10/2018).

Bekas Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini menuturkan Ma'aruf 20 kali lebih hebat ketimbang dirinya.

Pembatalan Seminar Sudirman Said, Andre Rosiade: Jokowi Janji Kebebasan Berpendapat Terjamin

Pilpres 2019 Terberat Bagi Prabowo Subianto, Timses Jokowi-Maruf: Kalau Sudah Tahu Ya Jangan Maju

Selain menyebut sosok Ma'aruf mewakili tiga simbol, yakni simbol ulama, santri, dan nasionalis-agamis, dia juga sempat menyelipkan guyonan terkait Ma'aruf yang acapkali mengenakan sarung.

"Saya jarang pakai sarung, Pak Kiai selalu pakai sarung. Kadang-kadang saya enggak pakai kopiah, Kiai Ma'ruf selalu memakai. Ya salah sendiri sampeyan enggak pakai sarung dan kopiah," kelakarnya disambut tawa para kader.

Pemahaman Ma'aruf tentang agama yang mumpuni diyatakan Cak Imin mampu menyokong program kepemerintahan Jokowi.

Tanpa agama pemerintahan tak akan berjalan mulus sehingga tak mendapat kepercayaan dan mampu memimpin rakyat.

Cak Imin juga mengimbau kader PKB agar mempercayai ucapan Ma'aruf bahwa dia merupakan jembatan bagi santri dan ulama untuk menentukan masa depan Indonesia.

"Yang terpenting pasangan ini adalah warna baru. Pak Kiai mengatakan kalau 'Saya adalah jembatan bagi Ulama dan Santri untuk menentukan masa depan'. Berarti kita enak tinggal jalan di atas jembatannya," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved