Gempa di Donggla

Selain Evakuasi Korban Gempa dan Tsunami, Tim Medis Tanggap Ibu Kota Cek Wanita Hamil di Palu

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini melakukan pelayanan jemput bola menghampiri para wanita hamil di Palu, Sulawesi Tengah.

Selain Evakuasi Korban Gempa dan Tsunami, Tim Medis Tanggap Ibu Kota Cek Wanita Hamil di Palu
ISTIMEWA
Tenaga medis tim tanggap Ibukota melakukan pengecekan terhadap ibu hamil korban bencana alam di Palu, Sulawesi Tengah. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sebanyak sekitar 150 korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dibantu 13 personil tenaga medis yang tergabung dalam Tim Tanggap Ibu Kota DKI Jakarta.

Tak cuma itu, mereka yang berangkat dilepas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini melakukan pelayanan jemput bola menghampiri para wanita hamil di Palu, Sulawesi Tengah.

Layanan tersebut dilakukan guna mengecek kesehatan bayi melalui USG pasca terjadi bencana.

“Kami jemput bola, karena dapat laporan dari masyarakat banyak ibu hamil yang ingin periksa kandungan pasca gempa. Sedangkan, untuk pasien patah tulang, kita bawa operasi langsung ke RS Madani,” kata perawat yang bernama Nyoman di Posko Layanan Kesehatan di Masjid Agung, Palu, dalam keterangan pers yang diterima, Senin (15/10/2018).

Menurutnya, sudah ada enam pasien ibu hamil yang dicek oleh Tim Medis.

Rata-rata usia kandungannya satu hingga tujuh bulan. 

Sementara dari 150 pasien yang telah ditangani oleh Tim Medis, 70 persen di antaranya adalah menderita sakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) yang dialami oleh anak-anak.

Selain itu para orang tua kerap mengidap penyakit hipertensi atau darah tinggi.

"kami cek dulu, butuh tindakan operasi atau tidak. Jika iya, kita langsung bawa ke RS Madani. Tapi, jika tidak, cukup penanganan di posko layanan kesehatan," kata tenaga medis Tim Tanggap Ibukota dokter Cahyo.

Gempa Donggala Tahun 2018, Ingatkan Kakek Ini Pada Kejadian 50 Tahun Silam  

Reaksi Gubernur Edy Rahmayadi Soal Banjir dan Longsor di Sumut yang Sebabkan Belasan Orang Meninggal

Sebagai informasi, pada Gelombang dua ini, tenaga medis dari Tim Tanggap Ibu Kota terbagi di dua tempat pelayanan, yakni di Rumah Sakit Madani dengan menempatkan lima dokter spesialis, dan di Posko Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta yang menempatkan tiga orang dokter umum, empat perawat, dan satu apoteker.

Sedangkan dalam melakukan layanan kesehatan dan trauma healing, Tim Medis Tanggap Ibu Kota juga melibatkan kerjasama antara Dinas Kesehatan Provinsi  DKI, ICM Kendari, BSMI, BPBD DKI Jakarta, dan RSUD Madani.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved