Breaking News:

Doakan Keselamatan Bangsa, Seribu Umat Beragama Gelar Doa Bersama di Puspem Kota Tangerang

Seribu orang umat beragama diperkirakan akan hadir dalam acara doa bersama untuk keselamatan negeri Indonesia,

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Istimewa
Jadwal acara Kirab 1 Negeri (KSN), Gerakan Pemuda Ansor, Jalur Sabang sampai Kota Tangerang di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (16/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Seribu orang umat beragama diperkirakan akan hadir dalam acara doa bersama untuk keselamatan negeri Indonesia, di Plaza Pusat Pemerintahan Kota Tangerang

Doa bersama itu akan dilaksanakan pada Selasa (16/10/2018) malam nanti. Doa lintad agama tersebut akan me jadi rangkaian acara Kirab 1 Negeri (KSN), Gerakan Pemuda Ansor, Jalur Sabang sampai Kota Tangerang.

Ketua PC GP Ansor Kota Tangerang, Ahmad Sudarto mengatakan, kegiatan ini melibatkan perwakilan dari umat Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu.

"Semua perwakilan dari umat beragama sudah mengkonfirmasi akan hadir pada acara Kirab Satu Negeri dan do'a bersama," ujar Ahmad dalam keterangan resminya di Tangerang, Selasa (16/10/2018).

Ia menjelaskan, Kirab 1 Negeri merupakan program GP Ansor, untuk meneguhkan bahwa meskipun berbeda-beda, bangsa ini punya tujuan yang sama.

Kirab 1 Negeri, merambah ratusan kabupaten dan kota di Indonesia dari lima titik terluar menuju ke tengah.

Titik berangkatnya, secara berbarengan dimulai dari, yaitu Sabang (paling barat, berada di Aceh), Nunukan (paling utara, Kalimantan Utara), Miangas (paling utara, Sulawesi Utara), Merauke (paling timur, Papua), dan Rote (paling selatan, Nusa Tenggara Timur).

Tema doa bersama untuk negeri, menurut Ahmad, sangat relevan dengan kondisi negara saat ini sebab, gempa bumi dan tsunami yang terjadi di sejumlah daerah menjadi duka bersama bangsa ini.

"Karena itu kami mengajak bangsa ini untuk khusyuk mendoakan bangsa ini," ucap dia.

Kirab 1 Negeri ini juga untuk mendoakan bangsa ini selamat dari ancaman sekelompok kecil orang yang ingin mengubah konsensus kebangsaan Indonesia yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.

"Kumpulnya umat beragama dalam acara ini juga sebagai simbol toleransi dan kebersamaan kita dalam menjaga bangsa ini," ucap dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved