Kasus Korupsi

Mahasiswa Gelar Tasyakuran Usai Bupati Bekasi Ditetapkan sebagai Tersangka

dalam aksi tersebut, para mahasiswa melakukan aksi bakar-bakar berupa ikan, ayam dan penyediaan buah-buahan sebagai bentuk sajian aksi tasyakuran

Mahasiswa Gelar Tasyakuran Usai Bupati Bekasi Ditetapkan sebagai Tersangka
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Sejumlah Mahasiwa saat menggelar aksi tasyakuran di depan Kantor Pemkab Bekasi usai penetapan tersangka Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Selasa (16/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG PUSAT - Sejumlah mahasiwa dari Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) se-Kabupaten Bekasi menggelar aksi tasyakuran di depan kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi, Selasa (16/10/2018).

Aksi tasyakuran tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas ditetapkannya Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta.

"Aksi ini wujud rasa syukur dari kami khususnya mahasiswa Bekasi atas upaya KPK memberantas tindak pidana korupsi di Pemkab Bekasi," kata Jaelani.

Dia menambahkan, dalam aksi tersebut, para mahasiswa melakukan aksi bakar-bakar berupa ikan, ayam dan penyediaan buah-buahan sebagai bentuk sajian aksi tasyakuran.

"Kita bakar tiga ekor ayam, empat kilo ikan, setelah itu makan sama-sama sebagai sajian tasyukran, sebelumnya kita juga gelar doa bersama," jelas dia.

Sementara itu, Taufik mahasiswa STMIK Pranata Indonesia mengatakan, penetapan tersangka terhadap Bupati Bekasi merupakan bentuk supermasi hukum dari KPK.

Dia berharap, pengungkapan kasus dugaan suap perizinan Meikarta ini bisa menjadi awal terbentuknnya pemerintahan di Kabupaten Bekasi yang tranparan dan pro terhadap kepentingan rakyat.

"Di Kabupaten Bekasi ini banyak yang aneh, semoga ini bisa jadi Shock Terapi biar Pemkab bisa berbenah, jangan melulu betah dengan pemerintahan yang bobrok," ungkap Taufik yang juga warga Kecamatan Cikarang Barat.

Sederet Fakta Neneng Hasanah: Status Tersangka, Kader Golkar, Hingga Dipecat dari TKD Jokowi-Maruf

Live Streaming Timnas Indonesia Vs Hong Kong: Begini Taktik Jitu Bima Sakti Permalukan Lawan

Hingga penangkapan kemarin senin (15/10), Neneng Hassanah Yasin disebut telah menerima dana sebesar Rp 7 miliar dari 13 Miliar yang dijanjikan pihak pengembang proyek Meikarta.

Ada pun barang bukti yang diamankan penyidik dalam operasi tangkap tangan kemarin adalah uang 1 miliar dalam bentuk pecahan dolar Singapura dan rupiah serta uang tunai Rp 513 juta.

Selain Neneng, KPK juga menahan sejumlah pejabat di Pemkab Bekasi diantaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pentaan Ruang (PUPR) Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat Nahor, Kepala Bidang Tata Ruang Neneng Rahmi, Kepala Dinas Penanaman Modal (DPMPTSP) Dewi Tisnawati.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved