6 Fakta Soal Lapangan Tembak Senayan, Sempat Jadi Venue Asia Para Games 2018 Kini Diminta Pindah

Peluru nyasar di Gedung DPR pada Senin (15/10/2018) kemarin diduga kuat berasal dari lapangan tembak senayan.

6 Fakta Soal Lapangan Tembak Senayan, Sempat Jadi Venue Asia Para Games 2018 Kini Diminta Pindah
Istimewa/Tribunnews.com
Lokasi peluru nyasar 

"Dan bukan lokasi baru ya, artinya lokasi sudah lama," kata Anies.

5. Saran Wapres Jusuf Kalla

Awalnya, Wapres Jusuf Kalla menilai bahwa usulan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, memasang kaca anti peluru di Gedung DPR RI berlebihan.

Menurut dia, pemasangan kaca anti peluru berlebihan karena harga mahal. Dia menyoroti mahalnya harga dari kaca anti peluru, karena memasang di salah satu ruangan di rumahnya.

Oleh karena itu, dia menyarankan, agar pengamanan dilakukan di Lapangan Tembak Senayan. Dia menegaskan, tingkat keamanan di tempat latihan tembak harus diperketat.

Dia merasa heran terkait insiden peluru nyasar itu. Sebab, kata dia, posisi Lapangan Tembak Senayan dengan gedung DPR tidak berhadapan secara langsung.

Untuk itu, dia meminta semua pihak agar menunggu hasil investigasi Polri.

"Sasaran harus jelas ke mana. Jangan ke arah DPR. Kan tak tahu juga. Itu arah ke sana, menghadap ke jalan. DPR ada di sini. Bagaimana cara itu? Ya, masak tiba-tiba menghadap ke sana latihan. Jadi, tunggu penelitian polisi," tambahnya.

6. Diminta dipindahkan

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengusulkan lapangan tembak Senayan dipindah dari Jalan Gelora, Jakarta Pusat.

Pemindahan tersebut terkait peristiwa peluru nyasar ke Gedung DPR yang diduga berasal dari lapangan tembak Perbakin tersebut.

Lapangan tembak tersebut selama ini berada di bawah pengelolaan Kompleks GBK.

Fahri meminta pengelola segera mencari lokasi lain, karena peluru nyasar ke gedung DPR bukan pertama kali terjadi.

"Saya minta agar pengelola GBK segera mencari lokasi baru dan lapangan tembak dibuat lebih aman sebab peluru nyasar sudah sering," katanya seperti dilnsir dari Tribunnews.com.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved