Kasus Korupsi di Bekasi

Denny Indrayana: Kuasa Hukum Meikarta, Kicauan Terkait Advokat Koruptor, Disindir Guru Besar Unpad

Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana menjadi pemberitaan karena menjadi kuasa hukum anak usaha Grup Lippo terkait suap Meikarta di KPK

Denny Indrayana: Kuasa Hukum Meikarta, Kicauan Terkait Advokat Koruptor, Disindir Guru Besar Unpad
KOMPAS.com/Sandro Gatra
Mantan Wamenkum dan HAM Denny Indrayana 

"Masa wakil menteri tidak bisa mengerti hukum dan mempertontonkannya di muka publik. Itu memalukan," ucap Kaligis.

Jelang Piala Asia U-19: Harapan Pelatih Indra Sjafri, Kondisi Pemain Hingga Target Lolos 4 Besar

Jokowi Akan Bagikan Sertifikat Tanah, Ribuan Warga Padati KBN Marunda

Indra Sjafri: Fisik dan Mental Para Pemain Timnas U-19 Indonesia Tidak Ada Masalah

Kaligis melanjutkan, sikap advokat yang membela kliennya yang menjadi terdakwa kasus korupsi sebenarnya sudah menjadi tugas dan kewajiban yang tertuang dalam pasal 54 dan 56 KUHP yang menyebutkan wajib membela orang.

Kaligis menambahkan, kicauan Denny tersebut sudah melanggar asas praduga tak bersalah. Di dalam laporan polisi yang dibuat Kaligis, Denny diduga telah melanggar pasal 310, 311 dan 315 KUHP juncto pasal 22 dan 23 UU no 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

4. Kicauan lengkap Denny Indrayana

Kicauan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana di akun Twitter-nya, @dennyindrayana, tentang advokat koruptor membuat pengacara senior OC Kaligis mengambil langkah hukum. Gara-gara pernyataan itu, OC melaporkan Denny ke Polda Metro Jaya atas dugaan melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik.

Sebenarnya, bagaimana pernyataan Denny soal advokat koruptor yang menuai pro dan kontra itu?

Berikut penjelasan Denny Indrayana tentang twit advokat koruptor tersebut dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Minggu (26/8/2012):

Twit saya soal #AdvokatKorup ramai didiskusikan. Sayang, saya duga beberapa di antaranya menanggapi keliru karena tidak membaca utuh seluruh isi twit, alias hanya membaca sepotong-potong. Untuk menghindari kesalahpahaman, izinkan saya menyampaikan keseluruhan isi twit tersebut.

Twit #advokatKorup diawali ketika, pada 17 Agustus, saya menjelaskan soal kebijakan remisi melalui serial twit, yang kemudian mendapatkan salah satunya mengatakan, kebijakan antikorupsi menjadi lebih berat karena adanya pembelaan kasus korupsi, saya jawab: “Uang bicara, money talks :) RT @sapariwijaya: yg anehnya justru pr. #koruptor pembela hukumnya. #pengacara malah orang2 yg hebat. #dilema”.

Setelah itu, pada 17 Agustus itu saya kirimkan beberapa twit terkait:
* Advokat koruptor adalah koruptor itu sendiri. Yaitu advokat yg membela kliennya yg nyata2 korupsi, menerima bayaran dari uang hasil korupsi.
* Lawan korupsi sejak pikiran. Pikiran normatif di tengah penegakan hukum koruptif adalah jebakan batman yg membuat koruptor tertawa suka cita.
* Anda salah paham. Saya tidak anti advokat. Saya hanya kritik advokat yg asal bela kasus korupsi demi uang & popularitas semata. RT @_Haidary_∙ Saya pernah advokat, menolak klien kasus korupsi. Sudah sewajibnya. #Advokat Koruptor adalah Koruptor. Penerima bayaran dari hasil Korupsi#

* Banyak kok advokat hebat yg menolak kasus korupsi. #Advokat Koruptor adalah Koruptor. Penerima bayaran dari hasil Korupsi#

* TSK korupsi sudah dpt diduga salahnya dari pilihan figur advokatnya. #Advokat Koruptor adalah Koruptor. Penerima bayaran dari hasil Korupsi#

* Tidak sulit identifikasi advokat kotor yg hanya jagoan bayar hakim. #Advokat Koruptor adalah Koruptor. Penerima bayaran dari hasil Korupsi#

Setelah twit-twit itu, ada beberapa tanggapan, banyak yang mendukung, ada beberapa yang salah paham, maka saya jelaskan lagi dalam 24 kuliah twit (Tertulis 25 twit, tetapi nomor 6 sebenarnya terlompat):

1. Permisi, maaf, meski lebaran, sambil menonton bola saya akan jelaskan lagi soal twit saya kemarin, soal advokat koruptor #AdvokatKorup

2. Banyak yg salah faham dan menduga saya menyerang profesi advokat. Tentu tidak. Saya justru menghormati profesi mulia itu #advokatKorup

3. Maka, saya menulis twit dengan batasan, dengan definisi. Advokat koruptor adalah koruptor itu sendiri. Yaitu jika ... #AdvokatKorup

4. Saya berikan dua batasan: yang membela kliennya membabi buta; dan yang tidak malu menerima bayaran dari hasil korupsi #AdvokatKorup

5. Artinya, advokat yg tidak membela kliennya secara membabi buta, dan menolak bayaran uang hasil korupsi, bukan #AdvokatKorup

6. Bukan pula saya menolak tersangka korupsi mendapatkan pembelaan hukum. Semua orang berhak atas proses hukum yang fair #AdvokatKorup

7. Tapi ada perbedaan mendasar antara jaminan fair trial dng pembelaan membabi buta, demi membebaskan sang koruptor yg bayar #AdvokatKorup

8. Kalau saya jadi pengurus dewan etik advokat, maka saya akan jatuhkan sanksi tegas, cabut izin advokat demikian. Memalukan #AdvokatKorup

9. Di negara yg lebih baik profesi advokatnya, fungsi advokat bukan semata-mata membela yg bayar, tapi menemukan keadilan #AdvokatKorup

10. Di negara maju, advokat tidak akan menyatakan kliennya yg jelas2 korupsi, disulap/dibela menjadi tidak korupsi #AdvokatKorup

11. Pembelaan membabi buta demikian, akan merupakan pelanggaran etika serius, dan berujung pada hukuman berat #AdvokatKorup

12. Jika ada tersangka korupsi, datang dan meminta agar dia bebas, padahal dia memang korupsi, maka advokat wajib menolak membelanya

13. Saya pernah jadi advokat, saya tolak kasus2 korupsi, tidak ada masalah. Bukan pelanggaran kode etik advokat #AdvokatKorup

14. Saya tahu, banyak advokat senior yg ternama dan juga menolak menangani kasus2 korupsi. Kepada mereka saya berguru #AdvokatKorup

15. Termasuk pelanggaran etika serius adalah para ahli yang memberikan pendapat sesuai pesanan kliennya. #AdvokatKorup

16. #AdvokatKorup memang akan bekerja tandem dengan profesor/ahli yg "pendapatnya akan sesuai dengan pendapatan" "Logikanya sesuai logistik"

17. Di negara maju, seorang ahli diatur ketat etika dan hubungannya dengan kasus yg dia terlibat. Ada penandatangan code of conduct

18. Code of conduct itulah yg sering tidk ada di kita. Juga diabaikan dalam relasi advokat-klien. Akhirnya relasi tanpa etika #AdvokatKorup

19. Saya mendengar, seorang advokat menerima bayaran miliaran rupiah untuk membantu seorang tersangka korupsi. Dan itu biasa #AdvokatKorup

20. Bagi sang advokat, yg penting dia bekerja, dia berhak dibayar. Pola pikir yang terlalu simple dan jauh dari antikorupsi #AdvokatKorup

21. Bukan hanya menolak klien yg nyata-nyata korupsi, tapi minta bebas, dia pun harusnya tdk terima bayaran dari hasil korupsi #AdvokatKorup

22. Advokat yg masih menerima bayaran dan tahu persis itu dari hasil korupsi, tentunya bisa dijerat dengan UU pencucian uang #AdvokatKorup

23. Demikian, jadi yg kita lawan adalah #AdvokatKorup, bukan profesi advokat. Yaitu advokat yg asal bela koruptor, demi uang, demi tenar

24. Sekali lagi, #AdvokatKorup adalah koruptor itu sendiri. Yg membela membabi buta. Yg tanpa malu terima bayaran uang hasil korupsi. Sekian.

(Tribunnews/Warta Kota/TribunJakarta/Kompas.com)

Penulis: erik sinaga
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved