Tujuh Jam di Kantor DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Penyidik KPK Geledah 4 Ruangan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lakukan penggeledahan di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Tujuh Jam di Kantor DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Penyidik KPK Geledah 4 Ruangan
TribunJakarta
Penggeledahan kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi, Rabu (17/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG PUSAT - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lakukan penggeledahan di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi, Rabu (17/10/2018).

Pantauan TribunJakarta.com, selama kurang lebih tujum jam, dimulai sekitar pukul pukul 14.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB, tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan kantor DPMPTSP.

Usai melakukan penggeledahan beberapa orang penyidik yang mengenakan rompi berwarna krem keluar dari dalam kantor DPMPTSP Kabupaten Bekasi dengan membawa sedikitnya tiga koper dan lima box kerdus.

Tidak ada sepatah katapun yang terlontar dari penyidik KPK yang berjumlah 14 orang, mereka langsung memasukan barang bawaan ke dalam kendaraan empat mobil Kijang Inova berwaran hitam.

Geledah Kantor Lippo, Penyidik KPK Bawa Dua Koper Merah dan Hitam saat Keluar Gedung

Sederet Posisi Kosong di Pemerintah Kabupaten Bekasi yang Ditinggal Pejabatnya Jadi Tersangka KPK

Sementara itu, Kepala Bidang Penaman Modal dan Perizinan DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Muhammad Said yang pada saat penggeledahan melakukan pendampingan mengatakan, selama penggeledahan penyidik lebih fokus meminta berkas dan dan dokumen terkait perizinan proyek Meikarta.

"Dalam hal ini adalah permasalahan perizinan Meikarta, bahwa DPMPTSP ini dalam konteks ini bermain dalam IMB (Izin Mendirikan Bangunan) terkait perizinan Meikarta itu sudah diserahkan, dan mereka (penyidik) minta dan fokus kesitu," kata Said.

Adapun yang digeledah yakni ruang sekertariat, ruang Kepala Dinas DPMPTSP, kemduian ruangan Tata Ruang dan Banguanan, lalu ruangan Bidang Penanaman Modal.

"Yang dibawa itu dokumen-dokumen yang terkait IMB Meikarta yang sudah kita keluarkan, kemudian ada satu unit komputer, ada dua keping CD yang dikopi dari beberapa komputer, ada juga dokumen yang lain dalam bentuk undangan rapat, lalu absensi rapat, kemudian notulensi rapat, kemudian kronologi tentang Meikarta dan itu ada sama kita," jelas dia.

TRIBUNJAKARTA.COM - Nama penyanyi Tina Toon (25) dijadikan sandi kasus dalam kasus suap perizinan pembangunan proyek Meikarta, yang dilakukan oleh Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin dengan para koleganya.

Halaman
123
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved