Beroperasi Maret 2019, Penyelesaian Proyek Konstruksi MRT Jakarta Tinggal 3,5 Persen

Pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) ditargetkan akan mulai beroperasi pada Maret 2019 mendatang.

Beroperasi Maret 2019, Penyelesaian Proyek Konstruksi MRT Jakarta Tinggal 3,5 Persen
TribunJakarta
Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta William Sabandar (kiri), Ketua Umum Ikatan Abang None Jakarta (IANTA) Ronni Ardhianto (kanan) di Gedung Wisma Nusantara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) ditargetkan akan mulai beroperasi pada Maret 2019 mendatang.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menyatakan, saat ini progress pembangunan konstruksi MRT sudah mencapai 96,5 persen.

"Kita masih on track sesuai jadwal. Per 18 Oktober, konstruksi sudah mencapai 96,5 persen," ujar William saat ditemui Wisma Nusantara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).

Saat ini, rangkaian kereta pertama MRT Jakarta telah memasuki commisioning test yang artinya pengecekan seluruh sistem sejak Agustus 2018 lalu.

Uji coba pertama ini untuk melihat sistem persinyalan kereta, telekomunikasi, dan Overhead Catenary System (OCS) dengan menjalankan kereta mulai dari Depot Inspection Shed area, stabling track 1, hingga ke Depot Access Line (DAL).

Selain itu, uji coba ini juga untuk melihat apakah pasokan listrik bekerja dengan baik.

Selain itu, PT MRT Jakarta juga fokus mengerjakan kontruksi fisik yang belum selesai pada stasiun-stasiun diantaranya interior, tangga, dan entrance (pintu masuk).

"Yang belum selesai entrance, interior, tangga. Konstruksi fisiknya tinggal 3,5 persen on target," lanjut William.

Jika Direlokasi, Lapangan Tembak Senayan Jadi Ruang Terbuka Hijau

Ketiga Remaja Ini Rela Sehari Datang ke Jakarta dari Lampung Saksikan Timnas U-19 Indonesia

Mahasiswa dan Warga Demo Polsek Cisauk Soal Pencurian Ikan Gurame, Wakapolres Tangsel Turun Tangan

Untuk diketahui, untuk fase I ini ada 16 rangkaian kereta, 14 diantaranya akan dioperasikan sementara 2 lainnya akan digunakan sebagai cadangan.

Masing-masing rangkaian memiliki panjang 120 meter dan dapat mengangkut 1.950 orang dalam sekali angkut.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved