Breaking News:

Polemik Wacana Saksi Dibiayai APBN: Tanggapan Bawaslu, PAN Setuju dan NasDem Menolak

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan setuju jika dana saksi pada Pemilu 2019 dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Saksi mempunyai peran penting selama proses pemungutan dan penghitungan suara.

Namun, tidak semua partai politik mempunyai dana membiayai operasional saksi.

Pernyataan itu disampaikan anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifudin.

"Biasanya satu atau dua orang bergantian, karena waktu lama. Tetapi tak semua TPS ada saksi dari beberapa partai biasanya tergantung kekuatan masing-masing partai," ujar Afifudin, Kamis (18/10/2018).

Menurut dia, saksi sebagai petugas partai politik tentu masih relevan untuk menjaga suara partai dan menyaksikan proses pemilu berlangsung jurdil.

Selain itu, untuk mengawasi TPS terdapat pengawas TPS. Dia menilai, selama proses pemungutan suara dikhawatirkan muncuk potensi kecurangan.

Dia menjelaskan, potensi kecurangan itu seperti suara sah dan tidak sah, dan aturan detail lain yang dibolehkan dan dilarang di TPS

"Harapan kami pengawas TPS semakin memastikan proses pemilu jurdil di semua TPS bisa dilakukan. Semakin banyak mata melihat dan telinga mendengar situasi TPS akan semakin baik untuk mengantisipasi kecurangan dan lain-lain," tambahnya.

PAN Setuju
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan setuju jika dana saksi pada Pemilu 2019 dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Zulkifli beralasan partai politik (parpol) tidak boleh mencari uang sendiri karena berpotensi terjadi kecurangan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved