Kasus Korupsi

Warga yang Sempat Pilih Neneng Kecewa Bupatinya Gagal Jalankan Amanah

Pasalnya, pada saat Pilkada Bupati 2017, dia mengaku memilih Neneng Hasanah Yasin

Warga yang Sempat Pilih Neneng Kecewa Bupatinya Gagal Jalankan Amanah
TribunJakarta
Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta yang menyeret Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin.

Neneng ditahan karena diduga ikut menerima suap. Ia dan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Bekasi disinyalir menerima uang sebesar Rp 7 miliar dari 13 miliar yang dijanjikan pengembang proyek Meikarta untuk memuluskan proses perizinan.

Terbongkarnya dugaan kasus suap ini terjadi setelah KPK melalukan operasi tangkap tangan (OTT) sejumlah pejabat Pemkab Bekasi yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pentaan Ruang (PUPR) Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat Nahor, Kepala Bidang Tata Ruang Neneng Rahmi, Kepala Dinas Penanaman Modal (DPMPTSP) Dewi Tisnawati.

Ada pun barang bukti yang diamankan penyidik dalam operasi tangkap tangan yakni uang 1 miliar dalam bentuk pecahan dolar Singapura dan rupiah serta uang tunai Rp 513 juta.

Menanggapi hal itu, Rozy Ridho Purnawan warga Kecamatan Tambun Selatan mengaku kecewa. Pasalnya, pada saat Pilkada Bupati 2017, dia mengaku memilih Neneng Hasanah Yasin.

"Jujur kecewa sangat, seharusnya di era pimpinan nya yang kedua ini, bupati bisa merealisasikan komitmen yang sudah dibuat pada kami masyarakat," kata Rozy, saat dijumpai di Jalan Sultan Hasanudin, Tambun Selatan, Kamis (18/10/2018).

Kadiv Humas Polri Bantah Ada Intervensi ke Kantor Muhammadiyah

KPK Geledah Rumah Bos Lippo James Riady, Sekuriti Jaga Ketat Pintu Masuk

Ketika ditanya alasan mendukung Neneng pada saat itu menurut dia, Neneng merupakan calon bupati petahan pada saat Pikada 2017. Modal sebagai petahan kata Rozy, tentu memiliki pengalaman dan tahu kondisi permasalahan secara nyata.

"Harusnya periode kedua bisa dimanfaatkan lebih baik lagi, kalo udah kepilih dua kali masyrakat artinya percaya tapi nyatanya malah begini," jelas dia.

Dia berharap, peristiwa terbongkarnya kasus suap yang menjerat Neneng Hasamah Yasin bisa jadi pemicu agar praktik serupa tidak terjadi lagi, bahkan dia juga berharap roda pemerintah di Kabupaten Bekasi juga bisa berjalan maksimal

"Mudah-mudahan aja abis kejadian ini bisa ada hikmahnya, jangan sampai karena Bupatinya ditahan pemerintahan jadi bobrok," tegas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved