Pilpres 2019

Adian Napitupulu Geram Hingga Tunjuk-tunjuk Jubir Prabowo-Sandi Saat Soal Usia Disinggung di Debat

Gamal Albinsaid menyinggung soal usia saat berdebat, Adian Napitupulu lantas emosi.

Adian Napitupulu Geram Hingga Tunjuk-tunjuk Jubir Prabowo-Sandi Saat Soal Usia Disinggung di Debat
YouTube Kompas TV
Adian Napitupulu dan Gamal Albinsaid 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rr Dewi Kartika H

TRIBUNJAKARTA.COM - Juru bicara Prabowo-Sandiaga Gamal Albinsaid menyinggung soal usia saat berdebat.

Pantauan TribunJakarta.com debat itu berlangsung dalam acara Rosi di Kompas TV, Kamis (18/10/2018).

Dalam debat tersebut melibatkan para tim sukses dari kubu Jokowi dan Prabowo.

Awalnya pembawa acara, Rosiana Silalahi melempar isu soal pidato capres Prabowo Subianto yang menirukan pidato dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Prabowo Subianto menirukan perkataan Donald Trump, yakni Indonesia First dan Make Indonesia Great Again.

Lantas, Gamal Albinsaid menjelaskan kalau dari pidato tersebut banyak permasalahan yang disampaikan Prabowo.

Seperti penangguran, kemiskinan dan kesenjangan dan juga isu stunting.

Saat menyampaikan soal data kemiskinan, Gamal Albinsaid langsung diserang kubu Jokowi-Maruf Amin.

Ia lantas menyinggung soal usia.

Rupanya hal tersebut membuat emosi Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu memuncak.

Adian Napitupulu emosi hingga menunjuk-nunjuk Gamal Albinsaid.

 Adian Napitupulu: Tidak Tepat Nilai Tukar Dollar Sekarang Disamakan dengan Kegentingan Ekonomi 1998

 Adu Mulut dengan Rocky Gerung Soal Ambang Batas Capres, Adian Napitupulu: Perbanyak Piknik Dulu

TONTON JUGA

Namun sebelum 'perkelahian' itu berlangsung Sekjen NasDem Johny G Plate menanggapi kalau pidato Prabowo keliru.

Sebab, Johnny G Plate menanggap kalau Indonesia belum mencapai kejayaan.

Selain itu, ia juga memaparkan data soal tingkat pengangguran kini hanya 5,2 persen, tingkat kemiskinan 9,8 persen dan tolak ukur ekonomi lainnya.

Lalu, kubu Prabowo melalui Gamal Albinsaid juga menyebutkan data miliknya.

Ia menyebut kalau dalam 4 tahun pemerintahan Jokowi, pengurangan angka kemiskinan mencapai 1,78 juta jiwa.

 Bongkar Ada Aktivis 98 Dukung Keluarga Soeharto Kini, Adian Napitupulu Sindir Ferry Juliantono?

 Ramai Kaos #2019GantiPresiden,Adian Napitupulu: Yang Diadu Itu Program, Bukan Kaosnya

Angka tersebut lebih rendah dari capaian saat pemerintahan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mencapai angka 4,46 juta jiwa dalam kurun waktu 2009-2013.

Lantas, data yang disebutkan Gamal pun dibantah oleh kubu Jokowi.

"Itu data yang tidak betul. You pilih dari mana datanya," kata Johnny G Plate.

Adian Pun ikut berbicara dan bilang kalau data yang disampaikan Gamal Albinsaid salah.

Sementara, Gamal pun menyebut kalau data tersebut dari Badan Pusat Statistik.

 Prabowo Ungkap Ekonomi Kebodohan Lebih Parah dari Neolib, Gamal Albinsaid: Datanya Kredibel

 Kubu Jokowi-Maruf Kritik Pidato Prabowo Soal Ekonomi Kebodohan, Gamal Albinsaid: Sudah Dengar Utuh?

Perdebatan pun semakin panas ketika kubu Jokowi mencecar pertanyaan soal sumber data yang disebutkan Gamal Albinsaid.

Lalu, Gamal Albinsaid pun meminta waktu agar dirinya bisa melanjutkan berbicara.

"Beri kesempatan anak muda bicara," ucapnya.

Rupanya ucapan Gamal Albinsaid tersebut memancing emosi Adian Napitupulu.

 Bawa Dana Rp 3 Miliar, Dorce Gamalama Terbang ke Sulawesi Tengah Beri Bantuan Korban Bencana

 Gamal Albinsaid Ditunjuk Sebagai Pengganti Ratna Sarumpaet di Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga

"Jangan buat diskriminasi, jangan biacara usia. kita bicara validitas data bukan usia. Jangan itu Anda diskriminatif, dia bicara validitas data bukan hak atas usia. kalau begitu potong," ucap Adian Napitupulu sambil menunjuk Gamal Albinsaid.

Adian Napitupulu juga menuding kalau Gamal Albinsaid telah melakukan diskriminasi atas usia dan telah membuat manipulasi atas data.

Usai debat panas selesai, akhirnya pembicaraan pun kembali dilanjutkan dan Gamal Albinsaid kembali membeberkan datanya.

Gamal Albinsaid Tanggapi Tudingan Adian Soal Prabowo-Sandiaga Feodal

Adian Napitupulu menuding pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kaum feodal.

Pernyataan kontroversial Adian Napitupulu itu lantas ditanggapi Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Gamal Albinsaid.

Namun awalnya Adian Napitupulu menyoroti kehidupan pribadi Prabowo dan Sandiaga.

Adian Napitupulu menyebut Prabowo dan Sandiaga adalah seseorang yang terlahir dari keluarga kaya raya.

Tak hanya itu Adian Napitupulu juga mengatakan Prabowo adalah menantu dari mantan presiden kedua, Soeharto.

Hal tersebut disampaikan Adian Napitupulu saat menjadi narasumber di acara Kompas Petang, pada Selasa (16/10/2018).

"Latar belakang Prabowo dan Sandi itu kan memang orang yang sangat kaya, Prabowo itu menantunya Soeharto," ucap Adian Napitupulu dikutip TribunJakarta.com dari saluran YouTube Kompas TV, pada Rabu (17/10/2018).

Adian Napitupulu mengatakan Pilpres 2019 adalah bentuk pertarungan antara demokrasi dengan feodalisme.

"Bisa dibilang Pilpres sekarang ini pertarungan antara feodalisme dengan demokrasi," ucap Adian Napitupulu.

"Kita (Kubu Jokowi-Ma'ruf re) demokrasi, mereka (Kubu Prabowo-Sandi re) feodalisme," tambahnya.

Adian Napitupulu menjelaskan alasan dirinya menyebut Prabowo-Sandiaga sebagai feodal.

Ia menyoroti slogan Presiden Amerika Donald Trump yang digunakan Prabowo-Sandiaga, 'Make Indonesia Great Again'.

Adian Napitupulu menyebut saat mengatakan 'make Indonesia great again' Sandiaga mengaku ingin mengembalikan kejayaan Indonesia seperti di zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.

Menurut Adian Napitupulu pernyataan Sandiaga itu tidak sesuai dengan sistem pemerintahan Indonesia saat ini.

"Karena contoh Sandi yang make Indonesia great again itu adalah contoh Majapahit, Sriwijaya itu kan bentuk kerajaan berbeda dengan sekarang," ucap Adian Napitupulu.

"Contoh yang dimaksud Sandi kan Sriwijaya dan Majapahit, apa yang dimaksud great again ya kerajaan tadi," tambahnya.

Dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com menurut Sandiaga saat zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih kuat dan jaya.

“Pak Prabowo itu loving what he does and doing what he loves. Jadi dia cinta bangsa ini, dia ingin bangsa ini kuat, dan kita pernah jaya loh. Zamannya (kerajaan) Sriwijaya kita jaya, zamannya (kerajaan) Majapahit kita jaya,” tutur Sandiaga.

“Zaman pada saat pertumbuhan ekonomi yang kita pernah mencapai 7 sampai 8 persen kita jaya. Kita raja ekspor, kita raja produk-produk Indonesia dikenal di luar negeri sebagai negara yang luar biasa kuat ekonominya,” sambung Sandiaga.

Adian Napitupulu bahkan menyebut, bila Prabowo-Sandiaga terpilih sebagai presiden di Pilpres 2019 maka Indonesia dapat kehilangan sistem demokrasi.

"Kita kehilangan demokrasi dong tidak akan ada pemilu," ucap Adian Napitupulu.

Adian Napitupulu lantas membandingkan Jokowi dan Prabowo.

Menurutnya Jokowi adalah anak rakyat sedangkan Prabowo anak feodalisme.

"Yang satunya anak kandung rakyat, yang satunya anak kandung feodalisme," imbuh Adian Napitupulu.

Tudingan serius yang disampaikan Adian Napitupulu itu rupanya mendapatkan tanggapan dari Gamal Albinsaid.

Gamal Albinsaid mengatakan dirinya berharap seluruh pihak dapat menciptakan suasana politik yang meyatukan dan menyejukan masyarakat.

"Saya harap kita semua bisa mengeluarkan penyataan-pernyataan yang menyatukan dan menyejukkan perpolitikan kita," ucap Gamal Albinsaid saat dihubungi TribunJakarta.com.

Menurut Gamal Albinsaid kubu Jokowi maupun kubu Prabowo seharusnya dapat saling menghormati tanpa merendahkan satu sama lain.

"Jangan terlalu mudah mengeluarkan pernyataan yang memecah belah dan merendahkan kandidat Capres satu sama lain. Kita harus belajar saling menghormati," tegas Gamal Albisaid.

Gamal Albinsaid mengatakan baik Prabowo maupun Jokowi adalah sama-sama putra terbaik Indonesia.

Ia mengatakan sebaiknya timses kedua buah kubu saling membicarakan visi, misi, dan gagasan dibanding menyerang kekurangan masing-masing.

"Alangkah lebih baik jika kita bisa membawa politik kita lebih bermartabat dengan bicara visi, misi, dan gagasan capres dan cawapres untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat kita hari ini," jelas Gamal Albinsaid.

"Setiap capres memiliki kelebihan dan kekurangan," tambahnya.

Gamal Albinsaid mempertanyakan kredibilitas, reputasi dan obketivitas tim pemenangan yang kerap menyoroti kekurangan lawannya.

"Namun, Jika tim pemenangan selalu bicara bahwa capresnya baik dan selalu bicara bahwa capres dari penantangnya tidak baik, maka kita patut mempertanyakan kredibilitas, reputasi dan objektivitasnya," pungkas Gamal Albinsaid.

Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved