Dua Anak di Depok Berpenampilan Seperti Pocong untuk Menakuti Warga, Begini Kejadian Setelahnya

Empat pelajar SD dan satu pelajar SMP di Depok mengaku terpengaruh tontonan di media sosial hingga memilih berbuat usil.

Dua Anak di Depok Berpenampilan Seperti Pocong untuk Menakuti Warga, Begini Kejadian Setelahnya
TribunJakarta/ Bima Putra
Dua anak yang berpenampilan layaknya pocong saat dihukum tidur di samping makam, Sukmajaya, Depok 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Dua orang anak di Depok mengaku terpengaruh tontonan di media sosial sehingga memilih berbuat usil dengan cara berpenampilan layaknya pocong lalu menakuti warga.

Ketua RT 05/RW 28 Kelurahan Sukamaju, Arsyad (60) mengatakan kejadian itu pada Jumat (19/10) sekira pukul 21.00 WIB di Lapangan Gelora, Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya.

"Pas diamankan warga itu mereka ngaku ngelakuin itu karena terpengaruh tontonan di media sosial di Instagram. Katanya mereka sering nonton yang aksi-aksi usil gitu, jadi mereka dandan seperti pocong terus muncul di lapangan," kata Arsyad di Cilodong, Depok, Minggu (21/10/2018).

Arsyad menuturkan sebetulnya ada lima anak yang diamankan, dua di antaranya mengenakan kain putih dan bedak agar tampak seperti pocong, sementara tiga lainnya hanya tertawa ketika ada warga yang takut.

Kain putih itu adalah mukena yang dipotong hingga dapat dikenakan layaknya kain kafan.

"Yang dandan seperti pocong sampai pakai bedak itu ada dua orang. Kain putih itu mukena satu nenek mereka, habis neneknya salat Isya diambil terus dipotong. Alasannya ya karena iseng aja, terpengaruh tontonan," ujarnya.

Kerap Berada Satu Panggung dengan Adian Napitupulu, Faldo Maldini Ceritakan Pengalamannya

Gemuruh Suporter Timnas U-19 Indonesia di SUGBK, Terdengar Hingga Area Luar Stadion

Timnas U-19 Indonesia Vs Qatar, Garuda Nusantara Kemasukan Empat Gol Babak Pertama

Nahas aksi iseng itu dipergoki oleh satu warga yang langsung mengenali lima anak itu dan mengabarkan warga lainnya.

Mereka dikenali karena tercatat sebagai warga Kelurahan Abadijaya dan Kelurahan Sukamaju dan kerap bermain di Lapangan Gelora.

Guna memberi efek jera, warga menghukum mereka tidur di satu pemakaman dekat Lapangan Gelora sembari menunggu kedatangan orangtua mereka.

"Dihukum warga tidur di samping makam dekat Lapangan Gelora biar jera. Disuruh tidur sampai orangtuanya datang biar jera. Mereka kan masih anak kecil juga, jadi enggak kita apa-apain," tuturnya.

Perihal perbuatan, Arsyad mengatakan ulah mereka murni perbuatan jahil tanpa niat mencelakai atau melalukan tindak kriminal.

Meski menyayangkan kejadian itu, dia bersyukur perbuatan jahil itu tak dilakukan di Jalan Raya yang berpotensi mencelakai pengguna jalan.

"Murni iseng anak-anak yang belum ngerti. Untungnya bukan di Jalan Raya, takutnya kalau di Jalan Raya mereka pakai pakaian seperti itu kan bisa membahayakan pengguna jalan," lanjut Arsyad.

Selain dihukum tidur di samping makam, mereka juga dibatasi untuk menggunakan handphone dan melihat tontonan serupa di media sosial.

Karena ulah mereka tak diperintah oleh orang dewasa, warga dan orangtua sepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

"Mereka dibatasi mengatakan handphone, dan sudah dimarahin sama orangtuanya. Masalah diselesaikan secara keluargaan karena enggak ditemukan ada orang dewasa yang nyuruh lakuin itu. Kalau mereka disuruh pasti jadinya lain," ucap dia.

Kesepakatan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan itu juga disepakati oleh Babinsa dan Bhabinkantibmas Kelurahan Sukamaju.

Penulis: Bima Putra
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved