Liga Indonesia
Mission Impossible Persib Bandung Kontra PSM Makassar: Kehadiran Duo Bomber dan Harapan Ezechiel
Sanksi Komite Disiplin PSSI benar-benar menghantui perjalanan Persib Bandung. Dari tiga laga terakhir, Maung Bandung kalah dua kali dan seri sekali.
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Widie Henaldi
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sanksi Komite Disiplin PSSI benar-benar menghantui perjalanan Persib Bandung. Dari tiga laga terakhir, Maung Bandung kalah dua kali dan seri sekali.
Mengawali sanksi, Persib Bandung harus kalah 1-2 dari Madura United saat melakoni laga kandang usiran pekan ke-24 di Stadion Batakan, Balikpapan, Selasa (9/10/2018).
Pada laga pekan ke-25, Persib Bandung mengamankan satu poin saat seri 1-1 meladeni tuan rumah Persipura di Stadion Mandala Jayapura, Senin (15/10/2018).
Sayang, anak asuh pelatih Roberto Carlos Mario Gomez harus gigit jari karena kalah telak saat menjalani laga kandang usiran di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (20/10/2018).
Supardi Nasir tak mampu meladeni permainan efektif Persebaya Surabaya yang dilatih Djadjang Nurdjaman, pelatih juga pernah membawa Persib Bandung berjaya.
Persib Bandung pun harus menerima kekalahan cukup telak dengan skor akhir 1-4 pada laga pekan ke-26.
Kehilangan poin di dua laga sejak sanksi Komdis PSSI berlaku, Persib Bandung harus merelakan takhta pemuncak klasemen jatuh ke PSM Makassar yang mengoleksi poin 47.
Sementara Persib Bandung harus cukup puas di posisi kedua dengan poin 45.
Mission Impossible
Menjelang laga pekan ke-27, Persib Bandung seperti berat untuk mendapat tiga poin karena harus meladeni tuan rumah PSM Makassar di Stadion Mattoangin, Makassar, Rabu (24/10/2018).
PSM Makassar dipastikan bakal ngotot mempertahankan kans mereka sebagai pemuncak klasemen sampai akhir musim untuk menjadi jawara Liga 1 2018.
Bermain di hadapan suporternya sendiri, skuat berjuluk Juku Eja itu berambisi meninggalkan jauh lawan-lawannya di tabel klasemen.
Laga nanti menjadi mission impossible bagi Persib Bandung karena belum sepenuhnya diperkuat sejumlah pilar seperti Bojan Malisic dan Ezechiel N'douassel.
Tapi, pelatih Mario Gomez menegaskan barisan depan Persib Bandung akan lebih greng menyusul bisa bermainnya Patrich Wanggai dan Jonathan Bauman yang telah selesai menjalani sanksi larangan main dari Komdis PSSI.
"Kami mendapatkan suntikan tenaga lagi di Makassar nanti," tutur Mario Gomez dilansir situs resmi klub.
"Kehadiran Bauman dan Wanggai tentu menjadi hal yang sangat positif bagi tim untuk pertandingan nanti," ujarnya dilansir BolaSport.com dari laman resmi klub.
Mario Gomez ingin membuktikan skuat Persib Bandung untuk kembali merebut posisi puncak Liga 1 2018 yang direbut oleh PSM Makassar.
Pelatih asal Argentina itu meyakini Wanggai dan Bauman akan memberikan daya gedor Persib Bandung lebih tajam dan memberikan kemenangan.
"Kami bisa lihat dalam beberapa pertandingan mereka bisa mencetak gol untuk tim. Itu yang kami butuhkan saat melawan PSM. Saya ingin kemenangan dari mereka," katanya.
Lima pemain tak dibawa
Beberapa hari menJelang laga melawan PSM Makassar, staf pelatih Persib Bandung memulangkan lima pemain dan akan tetap berlatih di Lapangan SPORT Jabar Arcamanik, Bandung.
Pelatih fisik Persib Bandung Yaya Sunarya mengatakan kelima pemain yang berlatih pada Senin (22/10/2018) sore adalah Puja Abdillah, Airlangga Sucipto, Muchlis Hadi Ning, M. Al Amin Syukur Fisabillah, dan M. Wildan Ramdhani.
Sedangkan Agung Mulyadi dipastikan tak akan bergabung bersama tim petang nanti lantaran masih menderita flu ringan.
“Tujuannya agar semua pemain tetap dalam kondisi yang fit dan selalu siap,” kata Yaya.
Sementara dua legiun asing yakni Ezechiel N’Douassel dan Bojan Malisic juga dipastikan absen berlatih, baik bersama tim di Bali maupun di Bandung.
Keduanya harus bertolak ke Jakarta untuk memenuhi panggilan Komisi Banding PSSI yang akan menggelar sidang banding, Senin siang ini.
Ezechiel tak sabar
Ezechiel mengaku sangat rindu merumput bersama Persib Bandung setelah melihat timnya kehilangan sejumlah poin setelah sanksi Komdis PSSI diberikan.
Penyerang asal Chad itu sudah absen dalam tiga laga sejak dirinya mendapat hukuman larangan bermain lima kali oleh Komdis PSSI.
Menurut pemain bernomor punggung 10 ini mengaku hal tersebut sangat tidak baik bagi dirinya.
Apalagi, saat ini Ezechiel berambisi membawa Persib Bandung meraih gelar juara musim 2018.
"Terlalu lama tidak bermain sangat memberikan pengaruh yang tidak bagus buat saya. Jujur saja, saya ingin sekali bisa bermain dan berikan gol kemenangan lagi," kata dia kemarin.
Ezexhiel menyatakan dirinya selalu ingin bermain dalam setiap pertandingan.
"Di dalam tim, saya sangat tidak suka absen walaupun hanya satu pertandingan. Saya selalu ingin turun melawan semua tim di kompetisi ini," ucap pengoleksi 14 gol itu.
Janji Supardi untuk bobotoh
Supardi Nasir Bujang percaya bobotoh selalu berdoa sekalipun pendukung tak hadir secara langsung di stadion dalam beberapa laga terakhir.
Kapten Persib Bandung itu sangat mengapresiasi doa dan dukungan Bobotoh, dan berharap bisa membayarnya dengan hasil yang positif di sisa pertandingan musim ini.
“Selalu saya mengapresiasi Bobotoh. Mereka selalu mendoakan kita, tim ini, siapapun pemainnya. Saya percaya itu. Saya yakin, mereka mensupport walaupun tidak di hadapan kami secara langsung. Tetapi mereka tulus, mendoakan tim ini untuk tetap menjadi juara,” ujar Nasir.
Supardi dan kawan-kawan berambisi membawa Persib Bandung kembali menyegel puncak klasemen liga yang kini jatuh ke tangan PSM.
“Jika kita bisa kalahkan mereka kita bisa ke puncak lagi. Mudah-mudahan kita bisa petik hikmah dari pertandingan kemarin dan kita enggak mengulangi kesalahan yang sama,” jelas Supardi.
Mario Gomez blak-blakan
Setelah kalah dari Persebaya Surabaya, Mario Gomez pun angkat bicara.
Ia menilai pemainnya kerap melakukan kesalahan sendiri saat melawan Persebaya Surabaya.
Maro Gomez pun mengakui kekalahan telak 1-4 dari Persebaya Surabaya bukan karena strategi lawannya bagus.
"Permasalahan bukan di strategi lawan. Kita membuat banyak kesalahan. Di babak pertama kita membuat kesalahan. Bukan kesalahan kecil, Kita buat kesalahan fatal," ujar Gomez dalam sesi jumpa setelah pertandingan.
Di samping itu, Mario Gomez tak mau memikirkan penalti yang didapat Persebaya saat babak pertama.
Ia mengungkapkan pertandingan berikutnya akan menjadi fokus utamanya saat ini.
"Saya tidak tahu bagaimana penalti bisa terjadi, kami selalu mengahdapi lawan selain tim, yaitu federasi, komdis (komisi displin) dan wasit. Pertandingan sudah selesai jadi kita fokus untuk pertandingan selanjutnya," katanya.
Dalam laga nanti Mario Gomez berharap Oh In Kyun, gelandang asal Korea Selatan, sudah pulih dari cedera dan main bersama Wanggai dan Bauman.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/wanggai-dan-jonathan-bauman_20180807_202222.jpg)