Unit Pengelola Perparkiran Dishub DKI Bakal Bangun Dua Park and Ride Tahun Depan

Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan membangun park and ride di dua lokasi pada 2019 mendatang.

Unit Pengelola Perparkiran Dishub DKI Bakal Bangun Dua Park and Ride Tahun Depan
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Suasana Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, terlihat cukup sepi pada H+8 Lebaran Idulfitri, Minggu (24/6/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/NAWIR ARSYAD AKBAR 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan membangun park and ride di dua lokasi pada 2019 mendatang.

Dua lokasi tersebut ialah Terminal Kampung Rambutan dan Terminal Kalideres.

Demikian disampaikan Kepala Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Tiodor Sianturi, di Aula Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman DKI Jakarta, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (22/10/2018).

Tiodor mengungkapkan rencana kebijakan tersebut sudah sampai pada tahap peninjauan kembali terhadap Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang rencana detail tata ruang (RDTR) dan peraturan zonasi.

"Sekarang kan kita masih kajian untuk park n ride yang kita harapkan nanti ada desain makro untuk park n ride di Jakarta diluar dari park n ride yang sudah ada di perda," kata Tiodor.

Ia menyebutkan di dalam Perda Nomor 1 Tahun 2014 terdapat daftar 24 lokasi park n ride yang akan dievaluasi kembali.

Tidak hanya itu, ia juga mengatakan akan menambahkan titik-titik parkir yang ada di pinggiran DKI Jakarta.

Di lokasi park and ride, masyarakat dapat menitipkan kendaraan pribadinya dan melanjutkan perjalanan dengan kendaraan umum.

"Karena yang kita lakukan itu orang parkir dan riding. Jadi mau dia pindah dari angkutan pribadi," kata dia.

Tarif yang berlaku yaitu tarif non-progresif atau flat, dengan kata lain pengguna hanya membayar satu kali saja per hari.

Untuk tarif rata-rata kendaraan roda empat sebesar Rp 5.000, kendaraan roda dua Rp 2.000, dan sepeda Rp 1000.

"Pemerintah menyediakan parkir yang baik, yang aman, tarif sebagai insentif karena masyarakat mau untuk menggunakan angkutan umum," ucap Tiodor.

Sehingga nantinya, kata Tiodor, ada peningkatan masyarakat menggunakan angkutan umum.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved