Pernah Kepikiran Kenapa Oli Bekas Kendaraan di Bengkel Justru Dikumpulkan? Bisa Dijual Lho

Sebagai bahan pelumas, oli merupakan komponen penting bagi mesin‎ kendaraan agar mulus dan bebas gangguan.

Tayang:
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Elga Hikari Putra
Oli bekas di bengkel ditampung di dalam jerigen untuk dijual ke pengepul 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - ‎Bagi para pemilik kendaraan bermotor tentunya sudah terbiasa mengganti oli kendaraan Anda di bengkel.

Sebagai bahan pelumas, oli merupakan komponen penting bagi mesin‎ kendaraan agar mulus dan bebas gangguan.

Nah, bila kita ganti oli kendaraan di bengkel, pasti akan melihat para mekanik yang tidak membuang oli bekas tersebut, melainkan menampungnya ke dalam drum atau pun jerigen.

Rupanya, hal itu bukan tanpa alasan. Oli-oli bekas itu memang sengaja mereka kumpulkan untuk dijual kembali ke pengepul.

"Ini memang kita kumpulin buat dijual lagi ke pengepul. Harganya sih emang murah cuma lumayan lah buat nambah pemasukan daripada dibuang gitu aja kan jadi limbah," kata Yan (31), mekanik bengkel motor di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, ‎ditemui TribunJakarta.com, Selasa (23/10/2018).

Yan mengatakan satu drum berisi sekitar 30 liter oli bekas ‎itu dihargai Rp 25 ribu. 

Biasanya, ia menjualnya per ‎satu bulan ketika sudah ada beberapa drum yang telah penuh terisi oli bekas.

Nantinya, di tangan pengepul‎ oli bekas tersebut akan dijual kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Dikatakan Yan, pengepul oli bekas yang menjadi langganannya kerap menjualnya kembali ke para pembuat batu bata di daerah Karawang, Jawa Barat.

Polisi Sebut PSK yang Diamankan di Koja Bertransaksi dengan Pelanggannya Secara Sembunyi di Ruko

(Video) Pengalaman Duo Pebasket Putri SMAN 28 Tentang Honda DBL Jakarta South Region

Asisten Ratna Sarumpaet Ternyata yang Usulkan Kebohongan Soal Pengeroyokan Diklarifikasi ke Publik

"Biasanya itu dia jualnya ke tukang bikin batu bata, jadinya kan pas bakarnya itu dicampuri oli biar apinya jadi awet," kata Yan.

Ikhsanudin (28), mekanik bengkel lainnya, mengatakan ia tak hanya menjual oli bekasnya kepada pengepul. 

Namun, ada pula warga yang datang ke bengkelnya untuk membeli oli bekas untuk keperluannya.

"Disini kadang ada juga orang beli cuma buat bersihin alat potong rumput atau buat ngelicinin pintu rumah. Biasanya itu saya jual Rp 10 ribu tuh dituang di botol minuman," kata Ikhsanudin.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved