Pilpres 2019

Tingkat Apresiasi Kinerja Jokowi-JK Menurun, Pengamat Politik Singgung Urusan Perut

Ketika tingkat apresiasi kinerja Jokowi-JK menurun, pengamat politik Hendri Satrio singgung mengenai urusan perut. Lantas apa penjelasannya?

Tingkat Apresiasi Kinerja Jokowi-JK Menurun, Pengamat Politik Singgung Urusan Perut
tribunnews.com
Preisden RI, Joko Widodo (Jokowi) secara resmi menutup perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) di gedung BEI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (29/12/2017). Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi mengingatkan untuk tidak terpengaruh informasi media sosial yang tak jelas sumbernya. (TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat Politik sekaligus Analisis Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio singgung urusan perut ketika mengomentari hasil tingkat apresiasi kinerja Jokowi-Jusuf Kalla (JK) versi Litbang Kompas.

Hal tersebut dikatakannya saat menjadi narasumber di Program Sapa Indonesia Pagi pada Selasa (23/10/2018).

Dilansir dari Kompas, apresiasi publik kini ada di angka 65,3 persen.

Angka itu setara dengan hasil survei Litbang Kompas pada Januari 2015 (tiga bulan pemerintahan Jokowi-Kalla) yang ada di angka 65,1 persen atau saat dua tahun pemerintahan Jokowi-Kalla pada Oktober 2016 yang ada di angka 65,9 persen.

Data Litbang Kompas, apresiasi publik pada April 2017 berada di angka 63,1 persen, lalu naik pada Oktober 2017 di angkat 70,8 persen, kemudian meningkat kembali pada April 2018 di angka 72,2 persen.

Di awal perbincangan, Politikus PDI Perjuangan Nusyirwan Soejono menyatakan, ia menyikapi biasa saja terkait penurunan apresiasi kinerja tersebut.

"Biasa-biasa saja artinya kalau bicara kita puas berarti ada dua aspek yang artinya bisa dirasakan dan tak dirasakan," tuturnya.

Ia menegaskan, ada bidang yang sebenarnya bisa langsung dirasakan dampaknya dan ada yang tidak langsung.

Sementara itu, di bidang ekonomi dibutuhkan waktu 2 - 3 tahun baru bisa dirasakan fungsinya dan kepuasaan bagi masyarakat.

"Karena pekerjaan itu kan membutuhkan waktu 2 - 3 tahun. Kalau bicara puas, tentu ada yang merasa, ada juga yang tidak," ucapnya.

Prabowo Sebut 99 Persen Rakyat Indonesia Hidup Pas-pasan, Ali Ngabalin Ungkap Fakta Sesungguhnya

4 Orang Terkaya Indonesia Setara Harta 100 Juta Warga Miskin, Akbar Faisal Emosi: Jangan Berlebihan

 

Halaman
123
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved