Ini Penyebab Amblasnya Turap di Pejagalan Jakarta Utara

Lurah Pejagalan Yogara Fernandez menyebutkan bahwa usia turap yang amblas sudah tua sekiranya sudah 20 tahun.

Ini Penyebab Amblasnya Turap di Pejagalan Jakarta Utara
(TribunJakarta.com/Afriyani Garnis)
Kondisi Kali Tubagus Angke Pasca longsornya turap di Jalan Jembatan Gambang Raya RT 019 RW 01 Kelurahan Pejagalan, Jakarta Utara, Rabu (24/10/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis 

TRIBUNJAKARTA.COM, PEJAGALAN - Lurah Pejagalan Yogara Fernandez menyebutkan bahwa usia turap yang amblas sudah tua sekiranya sudah 20 tahun.

"Usia turap sudah sekira 20 tahun lebih, dan masih dari  batu kali, belum sheet pile," ujar Yogara Fernandes, (24/10/2018).

"Penyebabnya turap itu sudah amblas karena kan namanya juga sudah tua sudah lama, terus namanya dikali itu kan kalau lumpur tebal dibawah kan nahan turap. Ini kan karena lagi refungsi saluran biar lancar salurannya itu runtuh 1 - 2 meter," jelas dia.

Dirinya pun menyebutkan faktor lain dari amblasnya turap di Kali Tubagus Angke yang menyebabkan robohnya enam lapak pedagang tersebut, berkemungkinan besar karena  hujan deras dan pergeseran tanah.

"Namanya lumpur kan pasti ada pergeseran juga, kemudian ditambah malam sebelumnya kan hujan deras kemudian arus kencang jadi itu mungkin menyebkan pergeseran tanah juga dibawah," ujarnya

Polisi Tangkap Pelaku Penyuntikan Gas Elpiji Subsidi ke Tabung 12 Kilogram di Bekasi

MRT Jakarta Modifikasi JPO TB Simatupang, Ini Pengaturan Arus Lalinnya

Saat ini, Yogara akan berfokus dulu untuk perbaikan turap yang berada di perbatasan Jakarta Utara dan Jakarta Barat tersebut.

"Jadi fokus perbaikan turap dulu nanti saya akan koordinasi lagi dengan Dinas Sumber Daya Air, terus saya lapor pak camat juga sama pak walikota bagaimana selanjutnya. Karena kondisinya kali itu bukan milik Jakarta Utara," jelas dia.

Untuk para pedagang yang terkena himbas dari longsornya turap, Yogara akan terus mencari solusi terbaik untuk para pedagang yang memang sudah lama menempati bantaran Kalai Tubagus Angke.

"Sementara belum ada lokasi untuk relokasi, karena memang rata-rata lokasi terdekat ngak ada yang memungkinkan." Ujarnya.

Ia pun berharap para pedagang memiliki tempat sementara untuk manaruh barang-barangnya.

"Syukur2 ada tempat saudaranya sementara untuk menaruh barangnya. Karena memang rata-rata KTP non DKI," katanya.

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved