Ganjil Genap

53 Persen Orang Gunakan Kendaraan Pribadi Selama Kebijakan Ganjil Genap

Survei Badan Litbang Perhubungan menunjukan 53 persen orang masih menggunakan mobil pribadi meski ada kebijakan ganjil genap.

53 Persen Orang Gunakan Kendaraan Pribadi Selama Kebijakan Ganjil Genap
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Warga negara Selandia Baru, Antony Ronald, mendapat penjelasan dari petugas kepolisian bahwa dirinya melanggar peraturan ganjil genap di Jalan DI Panjaitan, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Survei Badan Litbang Perhubungan menunjukan 53 persen pengendara masih menggunakan mobil pribadi meski ada kebijakan ganjil genap di beberapa ruas jalan di DKI Jakarta.

Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo mengatakan 37 persen di antaranya memilih untuk menggunakan jalur alternatif.

"Itu sebabnya jalur alternatifnya lebih macet karena yang biasa lewat jalur gage, jadi pindah," kata Sugihardjo di Grand Mercure, Tamansari, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2018).

Sugihardjo menyebutkan sebanyak 16 persen memiliki dua mobil, ada yang ganjil dan genap, jadi dia tidak masalah dengan kebijakan ini.

Berdasarkan hasil survei menunjukkan sebanyak 24 persen pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum.

"Dari 24 persen itu yang ke angkutan umum massal hanya 38 persen, yaitu 20 persen menggunakan Transjakarta atau bus umum dan 18 persen menggunakan KRL," jelas Sugihardjo.

Sementara untuk angkutan bukan massal, di antaranya taksi online dan ojek online, ada 20 dan 19 persen.

"Jadi 39 persen hampir sama. Yang naik taksi reguler, kata orang transport itu enggak ada bedanya dengan taksi online karena sama-sama penggunaan sarana penggunaan angkutan umum," ucapnya.

Untuk sarana angkutan kecil, survei menunjukkan ada 7,5 persen dan yang naik motor ada 9 persen.

Sugihardjo menilai kebijakan yang sifatnya sementara dan masih akan berlaku hingga 31 Desember 2018 ini dinilai efektif mengurangi kemacetan.

"Disimpulkan bahwa kebijakan gage ini sifatnya efektif untuk temporary atau sifatnya sementara. Apakah sementaranya karena ada Asian Games atau Peraturan Gubernur sementaranya sampai Desember," jelasnya.

Saat ini pembatasan kendaraan diberlakukan dari Senin sampai Jumat dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB dan 16.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB, kecuali Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved