Ganjil Genap

Ganjil Genap Berlaku Permanen, Pembelian Mobil Baru Bisa Meningkat 30 Persen

Badan Litbang Perhubungan memprediksi pembelian mobil baru meningkat 30 persen jika kebijakan ganjil genap diterapkan secara permanen.

Ganjil Genap Berlaku Permanen, Pembelian Mobil Baru Bisa Meningkat 30 Persen
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Polisi menilang pelanggar aturan ganjil genap di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (1/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo mengatakan pembelian mobil baru akan meningkat 30 persen jika kebijakan ganjil genap diterapkan secara permanen.

"Itu potensinya ada 30 persen yang menyatakan kalau itu diberlakukan permanen, mereka resmi akan beli mobil baru atau mobil lain yang nomornya bisa ganjil atau genap," kata Sugihardjo di Grand Mercure, Tamansari, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2018).

Sugiharto mengatakan orang akan mencari alternatif lain jika kebijakan ini benar-benar diterapkan secara permanen.

"Kalau itu permanen, pasti orang ada cara-cara lain. Cara lain itu baik itu membeli mobil baru atau bekas supaya ada pilihan ganjil genap," katanya.

Ia mengatakan jika ganjil genap tak bisa menjadi kebijakan permanen karena tak memiliki alternatif bagi masyarakatnya.

"Karena apapun yang namanya kebijakan harus ada alternatifnya. Kita lihat 3 in 1 ada enggak alternatifnya? Bagi mereka yang hanya berpenumpang. Enggak ada kan," kata dia.

"Demikian pula dengan gage (ganjil genap, red), bagi yang punya satu nomor kendaraan ganjil atau genap, mereka enggak punya alternatif," lanjutnya.

Saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang berkoordinasi untuk menggunakan kebijakan yang dapat diterapkan secara permanen, satu di antaranya electronic road pricing (ERP).

Sugihardjo menilai jika ERP ini diterapkan, masyarakat memiliki alternatif dan bisa pula mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum.

"Kita mendorong kebijakan yang permanen sepeti ERP salah satunya atau kebijakan parkir dan sebagainya. Itu harus didorong push n pull policy atau memberikan tekanan pada kendaraan pribadi," jelasnya.

Kebijakan perpanjangan masa berlaku ganjil genap ini baru diterapkan sejak Asian Games lalu hingga 31 Desember 2018 mendatang.

Saat ini pembatasan kendaraan diberlakukan dari Senin sampai Jumat pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB dan 16.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB, kecuali Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved