Pedagang Ini Jual Mainan Tradisional Berbahan Bambu Serba Rp 10 Ribu, Tertarik?

Mainan tradisional berbahan bambu ternyata belum tergerus oleh perkembangan zaman. Ini contohnya.

Tayang:
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Parmin (45) penjual mainan tradisional bambu serba 10 ribu di bilangan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (25/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Mainan tradisional ternyata belum tergerus oleh perkembangan zaman.

Mainan itu belum kalah dengan mainan-mainan modern yang terpajang di etalase mal-mal.

Bahkan, dari menjual mainan tradisional ini, Parman (45) bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

Ia masih berjualan aneka mainan tradisional yang terbuat dari bambu.

Parman merupakan pedagang mainan tradisional yang berkeliling menjajakan dagangannya membelah kota Jakarta.

Parmin (45) penjual mainan tradisional bambu serba 10 ribu di bilangan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (25/10/2018).
Parmin (45) penjual mainan tradisional bambu serba 10 ribu di bilangan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (25/10/2018). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

"Saya berjualan ini selama hampir 20 tahun, mainan saya ini dipasok dari Jogjakarta. Biasanya jualan sekitar Melawai, Mampang, dan Pejaten. Tapi kalau hari libur di Kota Tua," ungkapnya kepada TribunJakarta.com, Kamis (25/10/2018) di lokasi.

Parman jajakan dagangannya berbahan bambu serba 10 ribu rupiah.

"Semua dari bambu, ada gansing, etek-etek, suitan burung, suling, suling samping. Satu mainan 10 ribu rupiah saja," papar pria yang mengenakan kostum Klub Inggris, Leicester City itu.

Paling digemari oleh khalayak umum adalah mainan gansingnya.

"Bukan cuma anak-anak. Yang suka mainan ini khalayak umum," tuturnya.

Langkah demi langkah Parmin menyusuri jalanan sambil menenteng satu ikat puluhan gansing.

Di bagian bahu kirinya terselempang tali karet yang membawa dagangan lainnya seperti tumpukan suling, serta etek-etek.

Anak -Anak Selalu Antre Saat Bermain, Pengelola RPTRA Budi Mulia Ingin Alat Permainan Ditambah

Tampak Rusak, Alat Permainan Anak di RPTRA Sindang Raya Ini Tidak Bisa Digunakan

Pelatih SMAN 3 Nilai Permainan Jofinka Putri Bandini Konsisiten Selama Turnamen DBL

Dengan menjual dagangannya, ia mendapatkan 100 ribu rupiah dalam sehari.

"Paling dapetnya segitu, buat hidup anak saya dan istri," ungkap pria yang pernah bekerja menjadi tukang kebun itu.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved