Program Rehabilitasi Eks Narapidana Terorisme Jadi Prioritas Kemensos RI

Kementerian Sosial telah merehabilitasi 80 orang eks narapidana terorisme. Demikian dikatakan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita

Program Rehabilitasi Eks Narapidana Terorisme Jadi Prioritas Kemensos RI
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Menteri Sosial Agus Gumiwang saat hadiri Rapat Kordinasi di Medan Satria Kota Bekasi, Kamis (25/10/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Kementerian Sosial (Kemensos) sejauh ini telah merehabilitasi 80 orang eks narapidana terorisme. Para mantan narapidana terorisme saat ini telah mampu kembali ke masyarakat dengan memiliki kemandirian ekonomi.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, masalah yang dihadapi bekas Warga Binaan Pemasyarakatan (BWBP) kasus terorisme tidak selesai setelah keluar dari masa hukuman.

Sebab menurut dia, stigma negatif kerap melekat ditengah-tengah masyarakat bahkan tidak jarang para mantan napi terorisme mendapatkan diskriminasi.

“Ini akan menimbulkan persoalan baru, yaitu permasalahan sosial dan ekonomi. Stigma menyebabkan mereka sulit mendapatkan pekerjaan, dijauhi dan tidak dipercaya masyarakat bahkan tidak sedikit yang dimusuhi dan diusir warga sekitar,” kata Agus di Rapat Koordinasi Nasional Sinkronisasi dan Keterpaduan Program Rehabilitasi Sosial BWBP Kasus Terorisme, di Bekasi, Kamis (25/10/2018).

Dia menambahkan, program rehabilitasi terhadap eks narapidana terorisme merupakan bagian dari salah satu sasaran dari 27 jenis Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang menjadi tanggung jawab Kemensos.

“Oleh karena itu sesuai Instruksi Presiden kepada Menteri Sosial pada tahun 2016, Kementerian Sosial telah berkomitmen ikut mengambil peran dalam penanganan BWBP kasus terorisme bidang Rehabilitasi Sosial,” kata Agus.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Edi Suharto menyatakan, sejak tahun 2016, Kemensos telah menyusun rencana aksi program rehabilitasi sosial bagi eks narapidana teroris, dan telah berhasil melaksanakan rehabilitasi sosial bagi 80 orang eks napi teroris.

Adapun kata dia, 80 orang napi teroris yang telah direhabilitasi terdiri dari, 16 orang di DKI Jakarta, 21 orang di Jawa Barat, 8 orang di Lamongan, Jawa Timur dan 35 orang di Poso, Sulawesi Tengah.

Viral Video Dugaan Penculikan Anak di Cipinang, Berikut 5 Fakta Tentang Kejadian Sebenarnya

Berkunjung ke Jalan Surabaya, Pasar Barang Antik di Jakarta

Grebek Kontrakan di Kalideres, Polisi Tangkap Pengedar Sabu

“Alhamdulillah mereka saat ini sudah mengembangkan usaha kemandirian demi terwujudnya kesejahteraan keluarga mereka dan hidup rukun di tengah-tengah lingkungan tempat tinggalnya,” kata Edi.

Dengan demikian, setelah dikurangi 80 orang yang sudah menjalani rehabilitasi kini masih terdapat sebanyak 470 orang yang membutuhkan rehabilitasi sosial.

"Kami targetkan, mereka bisa ditangani sampai tahun 2020,” katanya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved