Masa Tanggap Darurat di Sulteng Berakhir, Kini Beralih Status Transisi Darurat ke Pemulihan

Masa tanggap darurat penanganan bencana di Sulawesi Tengah telah resmi berakhir pada hari ini, Jumat (26/10/2018).

Masa Tanggap Darurat di Sulteng Berakhir, Kini Beralih Status Transisi Darurat ke Pemulihan
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho terkait pembaruan informasi gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (26/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Masa tanggap darurat penanganan bencana di Sulawesi Tengah telah resmi berakhir pada hari ini, Jumat (26/10/2018).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, sudah menetapkan status transisi darurat ke pemulihan.

"Masa tanggap darurat penanganan bencana di Sulawesi Tengah berakhir pada 26 Oktober 2018. Dan menetapkan status transisi darurat ke pemulihan bencana," ujar Sutopo di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (26/10/2018).

Sutupo menjelaskan, status transisi darurat ke pemulihan di Sulawesi Tengah akan berlangsung selama dua bulan, terhitung mulai 27 Oktober hingga 25 Desember 2018.

Status transisi darurat ke pemulihan adalah, keadaan dimana penanganan darurat bersifat sementara atau permanen, berdasarkan kajian teknis dari instansi yang berwenang.

Kapolsek Cilandak Baru Dapat Karangan Bunga Ucapan Selamat, Dikirim Langsung dari Pasar Santa

Sang Kekasih Sebut Witan Sulaeman Berubah Sejak Masuk Timnas, Dulu Dia Nakal Banget!

Dengan tujuan afgar sarana dan prasarana vital, serta kegiatan sosial ekonomi masyarakat segera berfungsi, yang dilakukan sejak berlangsungnya tanggap darurat sampai dengan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi dimulai.

"Transisi darurat ke pemulihaan masih memerlukan kemudahan akses agar penanganan dapat cepat," ujar Sutopo.

Adapun kemudahan akses meliputi penggunaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, pengerahan sumber daya, logistik, dan peralatan, serta pengeloaan dan pertanggungjawaban uang dan atau barang.

Selama masa transisi darurat ke pemulihan, bantuan kebutuhan lanjutan yang belum dapat diselesaikan pada saat tanggap darurat dapat diteruskan, seperti perbaikan sarana prasarana, pembangunan hunian sementara, dan pelayanan kebutuhan dasar pengungsi.

"Jadi penetapan status transisi darurat ke pemulihan hanyalah maslah administrasi saja," ujar Sutopo.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved