Kisah Ari Kompor yang Sempat Gulung Tikar hingga Sukses Berkat Jualan Online

Namun, ia tak mau menyerah, meski penghasilannya kecil, ia terus menabung sedikit demi sedikit untuk modalnya membuka usaha kembali.

Kisah Ari Kompor yang Sempat Gulung Tikar hingga Sukses Berkat Jualan Online
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Ari Kompor (39), pengrajin peralatan rumah tangga berbahan dasar alumunium terlihat sedang membuat sebuah kompor di kios kecilnya yang berada di pinggir Jalan Dewi Sartika, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (28/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Mus Ari (39) atau yang akrab disapa Ari Kompor sempat merasakan getirnya kehidupan saat usaha yang ia rintis sejak remaja harus gulung tikar di tahun 2008.

Saat itu, usahanya sebagai perajin  sekaligus penjual kompor minyak sejak tahun 90-an harus ia tinggalkan lantaran terus menerus mengalami kerugian akibat program konversi bahan bakar dari minyak tanah ke gas elpoji yang dicanangkan pemerintah kala itu.

Kemudian, ia memilih beralih profesi sebagai seorang kuli panggul di Pasar Induk Beras Cipinang demi menjaga dapur di rumahnya tetap mengebul.

Namun, ia tak mau menyerah, meski penghasilannya kecil, ia terus menabung sedikit demi sedikit untuk modalnya membuka usaha kembali.

"Yang saya pikirkan bukan nyari uang untuk makan, tapi ngari uang untuk modal usaha," ucapnya saat ditemui TribunJakarta.com di kios kecil berukuran 3x4 meter miliknya, Minggu (26/10/2018).

Akhirnya dari hasil keringatnya itu, pada tahun 2010 Ari dapat kembali membangun usahanya sebagai pengrajin berbagai alat kebutuhan rumah tangga berbahan dasar alumunium.

"Meski cuma bisa beli kios kecil, tapi ya alhamdulillah bisa usaha lagi," ujarnya bersyukur.

Bahkan kini ia terus mengembangkan usahanya, kini usahanya mulai merambah dunia digital, yaa saat ini Ari turut memasarkan hasil kerajinan tangannya melalui beragam situs jual-beli online.

Hasilnya pun cukup signifikan, kini dalam sebulan ia bisa meraup untung Rp 7 juta hingga Rp 10 juta rupiah, saat sepi pembeli pun, Ari masih dapat memperoleh keuntungan sampai Rp 5 juta.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved