Pilpres 2019

Ungkap Alasan Di Balik Julukan Prabowo Sebagai The Great Sontoloyo, Kubu Jokowi: Celaka Negeri Ini

Ungkap alasan di balik julukan Prabowo sebagai the great sontoloyo, timses Jokowi sebut negeri ini akan celaka. Lantas, apa penjelasannya?

Ungkap Alasan Di Balik Julukan Prabowo Sebagai The Great Sontoloyo, Kubu Jokowi: Celaka Negeri Ini
YouTube/Kompas TV
Ketua DPP Partai Hanura, Inas Nasrullah Zubir 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua DPP Partai Hanura, Inas Nasrullah Zubir tampak menyidir sosok Prabowo sebagai the great sontoloyo.

Saat menjadi narasumber di acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV dilansir TribunJakarta.com pada Minggu (28/10/2018) Inas mengatakan alasan di balik sindirannya tersebut.

"Kalau kita bicara sontoloyo itu dalam kamus besar Indonesia berarti pengangon bebek, tetapi dalam bahasa slanknya berarti konyol," tuturnya.

"Bagaimana mungkin orang mengaku negarawan nih, udah gitu konyol mengatakan Indonesia akan bubar di tahun 2030. Makanya saya kasih nama dia the great sontoloyo," sambungnya.

Inas mengungkapkan, berbagai perkataan yang dilontarkan Prabowo Subianto termasuk kategori konyol.

"Jadi Prabowo sangat konyol mengatakan Indonesia akan bubar, terus baru-baru ini ia katakan lagi kemiskinan di Indonesia 99 persen. Apa enggak konyol argumen tersebut?" ucapnya.

Inas menegaskan, konyol yang dimaksud yakni ketika seseorang berbicara tanpa data valid.

"Dia ngomong tanpa data dan analisa yang jelas. Dia katakan Indonesia akan bubar di tahun 2030, dasar dia hanya dari buku orang lain tapi katanya ia negarawan.Tapi dia sendiri menjadi capres. Bagaimana mungkin seseorang yang mengaku negarawan dan nyapres, mengatakan negaranya akan bubar di tahun 2030? Kan itu konyol namanya," jelasnya.

Mahasiswa Bekasi Dituduh Begal, Disekap dan Berjuang Lepaskan Lakban di Mulut Pakai Paku

Mengenang Kepergian Ayahanda Meninggal, Arumi Bachsin Beberkan Penyesalan Mendalamnya

Inas mengatakan, jika memang Prabowo Subianto telah mengetahui Indonesia akan bubar di tahun 2030 lebih baik tak usah maju di Pilpres.

"Udah enggak usah nyapres, urus aja kuda," paparnya.

Halaman
123
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved