Breaking News:

PD Sarana Jaya Belum Pastikan Kapan Skybridge Bisa Sepenuhnya Digunakan

Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) Tanah Abang atau skybridge, belum bisa dipastikan kapan bisa digunakan sepenuhnya.

TribunJakarta.com/Leo Permana
Kondisi Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa, (30/10/2018). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) Tanah Abang atau skybridge, belum bisa dipastikan kapan bisa digunakan sepenuhnya.

Padahal, proyek pengerjaan tersebut sebelumnya telah ditargetkan bisa digunakan 100 persen di akhir Oktober ini.

"Rencana awal seperti itu. Tapi kita harus lihat realitas di lapangan. Itu pekerjaan bukan pekerjaan lahan kosong, di situ ada orang, ada apa (lainnya), akhirnya itu memperhambat sedikit. Tapi sabarlah sebentar lagi juga selesai," tutur Dirut PD Sarana Jaya, Yoori Pinontoan saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Selasa (30/10/2018).

Yoori mengatakan, progres pembangunan proyek tersebut kini sudah sekitar 90 persen.

Dimana, masih diperlukan waktu beberapa hari kedepan untuk penyelesaian pembangunan tersebut.

"Tinggal finishing ramp aja. Tinggal pasang ralling-ralling aja, kalau ramp sudah kepasang semua. Sudah nyambung semua, tinggal pager-pagernya saja sama halte," ungkapnya.

Laptop, Tas, Hingga Serpihan Badan Pesawat Lion Air JT610 Ditemukan TNI AL dan Basarnas Hari Ini

Pimpinan Proyek JPM Tanah Abang Sebut Progres Pembangunan Sudah Capai 88 Persen

Menurut Yoori, jika dilihat dari progres pengerjaan, seharusnya JPM Tanah Abang tersebut sudah bisa digunakan dalam waktu dekat.

Namun, dirinya masih belum bisa memastikan terkait grand launching JPM tersebut lantaran masih harus menunggu kordinasi dari pemerintah provinsi DKI Jakarta mengenai hal tersebut.

"Kalau lihat pekerjaannya, seharusnya sebentar lagi. Tinggal sebentar lagi, tunggu saja beberapa hari kedepan juga sudah selesai," kata Yoori.

Sebagai informasi, sebelumnya JPM Tanah Abang ditargetkan akan diresmikan pada tanggal 15 Oktober 2018. Dengan mempertimbangkan faktor keamanan di sekitar lokasi, pengerjaan proyek tersebut terpaksa harus molor dari target hingga kemudian JPM tersebut direncanakan bisa digunakan 100 persen akhir Oktober ini.

"Iya, sistem buka tutup jalan tetap dilakukan. Biar cepat, kalau gak gitu, nanto lama lagi. Kalau kita buka terus sekaligus semua, bisa-bisa molor lagi pekerjaannya," tuturnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved