Lion Air JT610 Jatuh

Jatuhnya Lion Air Masih Misteri, Hotman Paris Minta Menhub Hingga Pengacara Amerika Mengusut

Hotman Paris coba menelaah penyebab jatuhnya Lion Air JT610 di Tanjung Karawang, Senin (29/10/2018).

Penulis: Erlina Fury Santika | Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Pengacara Hotman Paris di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (7/5/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pengacara kondang Hotman Paris turut menanggapi jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610.

Pesawat yang jatuh pada Senin (29/10/2018) di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, memang belum terpecahkan penyebabnya hingga kini.

Tim gabungan belum menemukan badan pesawat dan 189 penumpang serta kru dalam penerbangan tersebut secara utuh.

Atas peristiwa tersebut, Hotman Paris mencoba menelaah awal mula penerbangan pesawat tersebut.

Dilansir dari akun Instagram Hotman Paris, @hotmanparisofficial, pengacara berusia 59 tahun itu menyebut pesawat sudah bermasalah di Bali, sebelum berangkat dari Jakarta-Pangkalpinang.

"Salah satu teknik untuk meneliti kecelakaan Lion adalah pada hari sebelumnya dia berangkat dari Bali ke Jakarta. Landing sudah malam katanya sudah bermasalah. Tapi Subuh sudah berangkat lagi," ujar Hotman Paris.

"Kapan waktunya dilakukan perbaikan atau penelitian?" tanya Hotman Paris.

Bagi Hotman Paris, hal itulah yang perlu ditelusuri lebih lanjut lagi, terutama oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Itu adalah titik sensitif yang Menteri Perhubungan dan KNKT harus segera meneliti," tegasnya.

Lebih lanjut, Hotman Paris juga mengimbau ambulance chaser, atau dalam istilah hukum adalah pengacara yang membantu korban untuk menuntut ganti rugi.

PMI Bantul Inisiatif Bantu Evakuasi Pesawat Lion Air JT610

Sebelum Terbang dengan Lion Air JT610, Mahheru Sempat Kirim Pesan Ini kepada Istrinya

Tersisa 1 Keluarga Korban Lion Air JT610 Belum Melapor ke Tim DVI

Tak tanggung-tanggung, baginya pengacara dari Amerika Serikat juga harus turun langsung.

"Yang kedua. Para pengacara ambulance chaser dari Amerika sudah waktunya datang untuk menghubungi keluarga korban, untuk kemungkinan gugat perusahaan Boeing."

"Ambulance chaser, para pengacara dari Amerika Serikat segera datang ke Jakarta," tandasnya.

Sebelumnya, pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di Tanjung Karawang merupakan pesawat yang baru dua bulan mengudara.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved