Lion Air JT610 Jatuh

Tiga Direktur Lion Air Kembali Dibebastugakan, Ini Alasan Menhub

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Direktur Utama Lion Air Edward Sirait untuk membebastugaskan tiga pejabat Lion Air lainnya.

Tiga Direktur Lion Air Kembali Dibebastugakan, Ini Alasan Menhub
TRIBUNNEWS.COM/IRWAN RISMAWAN
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi memegang black box yang ditemukan di lokasi berjarak 400 meter dari lokasi terakhir hilangnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan kedalaman 30 meter. Black box ditemukan pertama kali oleh penyelam TNI AL, Sertu Hendra, Kamis (1/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Direktur Utama Lion Air Edward Sirait untuk membebastugaskan tiga pejabat Lion Air lainnya.

Sebelumnya, Menhub telah membebastugaskan Direktur Teknik Lion Air Muhammad Asif, pascajatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT610 rute Jakarta-Pangkalpinang.

Tiga direksi lainnya yakni Quality Control Manager, Fleet Maintenance Management Manager dan Release Engineer pesawat Lion Air PK-LQP.

Pembebastugasan ketiganya berdasarkan surat keputusan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara.

"Kami meminta Dirut Lion untuk membebastugaskan sementara anggota direksi dan personel pesawat udara yaitu Direktur Maintenance and Engineering, Quality Control Manager, Fleet Maintenance Manager, dan Rilis Engineering," papar Budi Karya Sumadi di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2018).

Pembebastugasan dilakukan oleh Ditjen Perhubungan Udara dengan membekukan lisensi personel pesawat udara dalam jangka waktu 120 hari.

Dengan adanya pembebastugasan empat direksi tersebut dapat mempermudah proses investigasi penyebab jatuhnya pesawat yang saat ini masih terus dilakukan.

"Tujuannya adalah agar dalam masa dibebastugaskan mereka fokus identifikasi guna memenuhi aspek kelaikan udara," papar Budi Karya.

Budi mengatakan keputusan nasib para direksi tersebut akan dilakukan Kemenhub setelah hasil investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) selesai dilakukan.

Jika terbukti tidak bersalah maka Kemenhub akan kembali mengaktifkan lisensi keempat direksi tersebut dan dapat kembali bekerja.

"Nanti kalau dia tidak bersalah dia bisa bekerja kembali, kalau dinyatakan bersalah kita tidam berikan sertifikat kompetensinya," beber Budi Karya.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved