Pemilu 2019

Peneliti LSI: Hasil Survei Sebut Efek Kasus Setya Novanto, Presentase Suara Suara Golkar Turun

"Golkar potensial untuk pertama kalinya tidak masuk dua besar, dalam sejarah Pemilu di Indonesia," ujar Adjie Alfaraby.

Peneliti LSI: Hasil Survei Sebut Efek Kasus Setya Novanto, Presentase Suara Suara Golkar Turun
TRIBUNNEWS.COM/Herudin
Setya Novanto 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Kasus mantan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto yang menabrak tiang listrik dan mengakibatkan benjol di kepalanya, disebut sebagai 'Efek Bakpao' oleh peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby.

Akibat efek Bakpao tersebut, Adjie Alfaraby mengatakan bahwa persentase suara Partai Golkar di sejumlah provinsi menurun, berdasarkan survei yang dilakukan oleh LSI.

"Kasus tersebut cukup menurunkan wibawa Partai Golkar. Di samping Partai Golkar tidak mempunyai calon presiden atau calon wakil presiden," ujar Adjie Alfaraby, di Graha Dua Rajawali, Jakarta Timur, Jumat (2/11/2018).

Berdasarkan hasil survei LSI Denny JA pada Oktober 2018, dari 10 provinsi besar di Indonesia, Partai Golkar hanya peringkat pertama di satu provinsi, yaitu Sulawesi Selatan.

Lewat survei yang dilakukan pada 4 hingga 14 Oktober 2018, persentase suara Partai Golkar di Sulwesi Selatan sebesar 23,5 persen.

Di atas Partai Gerindra yang berada di peringkat dua, dengan persentase sebesar 16,3 persen.

Selain itu, tidak ada satupun program partai yang dikenal luas oleh publik karena pemberitaan tentang capres yang masif, membuat Partai Golkar berpotensi tidak masuk dua besar dalam Pemilihan Umum 2019.

"Golkar potensial untuk pertama kalinya tidak masuk dua besar, dalam sejarah Pemilu di Indonesia," ujar Adjie Alfaraby.

Dalam proses surveinya, LSI Denny JA menggunakan metode multistage random sampling, dengan total 6.000 responden, dan jumlah responden per provinsi sebanyak 600 responden, yang dilakukan pada 4 hingga 14 Oktober 2018.

LSI Denny JA memakai teknik wawancara tatap muka responden dan menggunakan kuisoner, dengan margin of error sebesar kurang lebih 4,1 persen.

Dilengkapi FGD, analisis media, dan indepth Interview.

Ditemukan di Kedalaman 32,5 Meter, Berikut Penampakan Potongan Badan Lion Air PK-LQP

Harga Gadget Diobral di Indocomtech 2018, Tiket Mulai Rp 20 Ribu

Adapun partai yang berpotensi masuk dua besar dalam Pemilu atau Pileg 2019, berdasarkan survei LSI Denny JA adalah PDIP dan Gerindra, yang terkena efek elektoral dari capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

"PDIP potensial juara utama di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, juga potensial melampaui dukungan pada Pileg 2014. Dan, Gerindra potensial juga juara nomor dua di Pileg 2019," ujar Adjie Alfaraby.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved