Breaking News:

Rumah Murah

Sederet Fakta Harus Diketahui Pemohon Rumah DP 0 Rupiah: Dari Lokasi, Bunga 2,5 Persen Hingga Tipe

Rumah DP 0 rupiah menarik minat banyak masyarakat yang memiliki KTP DKI Jakarta. Sayang, masih banyak pendaftar belum paham seluk-beluknya.

Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/NAWIR ARSYAD AKBAR
Miniatur rusunami DP 0 rupiah Klapa Village, yang berada di Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (15/10/2018). 

2. Warga yang belum punya rumah;

3. Warga yang tidak pernah menerima subsidi perumahan;

4. Warga berpenghasilan Rp 4 sampai Rp 7 juta setiap bulan;

5. Warga yang taat pajak;

6. Prioritas bagi warga yang telah menikah;

7. Bagi warga yang terpilih, wajib memiliki rekening Bank DKI.

Persyaratan Administrasi :

1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta (minimal 5 tahun saat mengajukan permohonan);

2. Kartu Keluarga (KK);

3. Surat pernyataan belum punya rumah;

4. Surat pernyataan tidak pernah menerima subsidi perumahan Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah;

5. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);

6. Surat Nikah atau Akta Nikah yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang.

Permohonan fasilitas pembiayaan melalui poses sebagai berikut :

1. Verifikasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta;

2. Verifikasi Bank Pelaksana (Bank DKI);

3. Penetapan Nominatif Daftar Penerima Manfaat.

Pinjaman DP dikenakan bunga 2,5 Persen

Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Meli Budhiastuti mengatakan, pinjaman uang muka untuk pembelian rusunami pada program rumah DP 0 rupiah dikenakan bunga 2,5 persen.

Besaran bunga itu mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 104 Tahun 2018 tentang Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

"Bunganya ada, sesuai dengan kredit KPR (Kredit Pemilikan Rumah) aja. Kalau kami melihat di Pergub, kalau bunga DP 2,5 persen. Kalau untuk KPR kan 5 persen. Bagaimana kebijakan perbankannya kami menyesuaikan, tapi yang ada sekarang ini seperti itu," kata Meli kepada Kompas.com, Jumat (2/11/2018).

Rusunami DP 0 rupiah telah mulai dibangun di lahan seluas 1,5 hektare di Klapa Village, Jakarta Timur dan ditargetkan rampung pada Juli 2019.

Ada empat tower yang dibangun dengan total hunian 780 unit. Masing-masing unit terdiri atas tipe 21 dan tipe 36.

Peminat saat ini sudah bisa mulai mendaftar sejak dibuka pada 1 sampai 20 November 2018. Pembayaran dilakukan dengan cara mencicil.

Pencicilan terbagi atas tiga pilihan yaitu 10 tahun, 15 tahun dan 20 tahun dengan pembayaran melalui Bank DKI.

Rincian pencicilan untuk dua tipe tersebut yaitu sebagai berikut:

Tipe 21 ST (Studio) harga Rp 184.800.000

Cicilan 10 tahun: Rp 1.916.494

Cicilan 15 tahun: Rp 1.415.554

Cicilan 20 tahun: Rp 1.171.530

Tipe 21 STC (Studio beda posisi) harga Rp 195.800.000

Cicilan 10 tahun: Rp 2.030.571

Cicilan 15 tahun: Rp 1.499.813

Cicilan 20 tahun: Rp 1.241.264

Tipe 21 1BA (1 kamar tidur) harga Rp 210.760.000

Cicilan 10 tahun: Rp 2.185.715

Cicilan 15 tahun: Rp 1.614.406

Cicilan 20 tahun: Rp 1.336.102

Tipe 21 1BC (1 kamar tidur beda posisi) harga Rp 213.400.000

Cicilan 10 tahun: Rp 2.213.094

Cicilan 15 tahun: Rp 1.634.628

Cicilan 20 tahun: Rp 1.352.838

Tipe 36 2BA (2 kamar tidur) harga Rp 341.704.000

Cicilan 10 tahun: Rp 3.478.436

Cicilan 15 tahun: Rp 2.569.231

Cicilan 20 tahun: Rp 2.126.328

Tipe 36 2BC (2 kamar tidur beda posisi) harga Rp 341.704.000

Cicilan 10 tahun: Rp 3.543 688

Cicilan 15 tahun: Rp 2.617.427

Cicilan 20 tahun: Rp 2.166.216

"Kami kan men-support ini, kami memfasilitasi pembiayaan DP-nya yang biasa bayar secara cash, kami bisa tidak bebankan cash. Tapi difasilitasi oleh APBD dengan bunga 2,5 persen, DP itu kan jadi KPR dan bagaimana nanti dengan orang Bank DKI," kata dia.

Pendaftar bisa gugur dari daftar tunggu

Meli menambahkan, pendaftar rumah DP 0 rupiah akan gugur dari daftar tunggu apabila tidak lolos dalam verifikasi data.

"Semua melalui verifikasi dengan big data Dinas Dukcapil (Kependudukan dan Pencatatan Sipil). Dicek lagi ke Badan Pajak karena di situ dijelaskan penghasilannya, ada cicilan atau tidak. Kalau punya cicilan motor atau banyak kan berarti mampu," kata Meli.

Terdapat beberapa persyaratan bagi pendaftar rumah DP 0 rupiah seperti belum punya rumah sendiri, tidak pernah menerima subsidi rumah, berpenghasilan Rp 4 juta sampai Rp 7 juta per bulan, taat pajak, prioritas bagi yang telah menikah, dan wajib memiliki rekening Bank DKI.

"Diprioritaskan yang keluarga. Sesuai prioritas dengan KTP DKI Jakarta sudah 5 tahun, di bawah 5 tahun akan gugur. Tapi kalau 10 tahun belum punya rumah akan lebih diprioritaskan," ucap dia.

Selain itu, ada beberapa dokumen yang wajib disertakan dalam pendaftaran, yaitu KTP DKI Jakarta minimal lima tahun saat mengajukan permohonan, Kartu Keluarga (KK), nomor pokok wajib pajak (NPWP) dan surat nikah atau akta nikah dari instansi yang berwenang.

Selanjutnya, pendaftar harus menyertakan surat permohonan fasilitas pembiayaan dan surat pernyataan belum memiliki rumah, surat tidak pernah menerima subsidi rumah, keterangan penghasilan, dan akan menempati rumah.

"Kita enggak mau salah sasaran. Orang bisa saja buat pernyataan gajinya Rp 7 juta tapi setelah dicek punya aset besar," katanya.

Rumah DP 0 rupiah berada di rusunami Klapa Village, Jakarta Timur, dengan total 780 unit berikut dua tipe, yaitu tipe 21 dan tipe 36.

Sejumlah pendaftar akan gugur dengan sendirinya dari daftar tunggu berdasarkan verifikasi data yang telah dilakukan petugas.

Pendaftar hari pertama tembus 380 orang 

Sejak dibuka, Kamis (1/11/2018), sudah sekitar 380 orang mendaftar untuk rumah DP 0 rupiah di rusunami Klapa Village untuk hari pertama pendaftaran.

"Kayaknya 380-an (orang) kemarin, sementara yang dari loket dulu," kata Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Fasilitasi Pemilik Rumah Sejahtera, Dzikran Kurniawan, Jumat (2/11/2018).

Dzikran mengatakan tempat asal pendaftar paling banyak dari Jakarta Utara dan Jakara Timur.

Pendaftaran tetap akan dibuka hingga 20 November kendati pendaftarnya membludak. Sementara untuk saat ini baru ada 700 unit yang tersedia.

"Tetap kami buka terus, enggak apa-apa yang daftar banyak. Berarti kami punya langkah bahwa yang membutuhkan rumah ini loh namanya, menjadi tugas kami untuk menyelesaikannya ya, menyediakan unit lagi," ujar Dzikran.

Pendaftaran secara online bisa diakses melalui laman dp0rupiah.jakarta.go.id. Sedangkan secara offline, ada tujuh lokasi yang dibuka untuk pendaftaran seperti tersebut di atas. 

Kesan pendaftar

Warga masih berjubel mendaftar rumah DP 0 rupiah di PTSP Wali Kota Jakarta Utara hingga Jumat (2/11/2018) siang.

Sebagian mereka belum mengetahui penempatan rumah DP 0 rupiah pada tahap awal di Rusunami Klapa Village, Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Satu di antaranya, Nani (46), warga Cilincing yang datang bersama suaminya.

Ia mengaku baru tahu lokasi rumah DP 0 rupiah pada tahap awal ternyata di Rusunami Klapa Village.

"Saya kira ada di wilayah Jakarta Utara, kalau di Klapa Village ya kejauhan buat saya," ujar Nani kepada TribunJakarta.com di PTSP Walikota Jakarta Utara, Jumat (1/11/2018).

Nani mengaku tertarik mendaftar karena tergiur memiliki rumah dengan DP 0 rupiah.

"Iya saya tertarik buat daftar karena DP itu yang 0 rupiah,"sambung Nani.

Arshi (25) warga Pademangan, belum mengetahui penempatan rumah DP 0 rupiah. 

Ia mengira lokasi rumah DP 0 rupiah sesuai domisili pendaftar.

"Saya kira sesuai domisili penempatannya, kalau disana kan kejauhan," kata dia.

Sementara itu Andri Pratama (27) memilih mendatangi loket pendaftaran program rumah DP 0 rupiah di lobi Gedung B, kantor Wali Kota Jakarta Barat pada Jumat (2/11/2018).

"Pengin punya rumah sendiri. Sekalian, insya Allah buat masa depan, berumah tangga," kata Andri di lokasi.

Selama ini ia tinggal bersama orangtua di Cililitan, Jakarta Timur.

Ia tak mundur meski syarat pendaftaran rumah DP 0 rupiah untuk warga bekeluarga.

"Enggak masalah (syarat prioritas berkeluarga), coba dulu saja. Mudah-mudahan bisa," katanya.

Sementara Doni (30) dan Inge (26), pasangan yang telah merencanakan pernikahannya pada 2019, tertarik memiliki rumah program DP 0 rupiah.

"Buat nanti, mau nikah, buat tinggal. Ini terhitung murah sih daripada di perumahan. Masih sesuai kemampuan kami juga," kata Doni.

Pria yang bekerja sebagai karyawan tersebut mengatakan sebelum mendaftar sempat menimbang-nimbang dengan membandingkan dengan program cicilan perumahan.

Akhirnya, ia memilih tipe 36 untuk rumah DP nol rupiah. (TribunJakarta.com/Kompas.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved