Liga Inggris
Bournemouth Tidak Takut Setan Merah
MU kini tidak dipandang lagi sebagai tim yang menakutkan oleh lawan-lawannya, bahkan oleh tim sekelas Bournemouth.
Penulis: Dodi Esvandi | Editor: Dodi Esvandi
TRIBUNJAKARTA.COM - Di masa rezim Sir Alex Ferguson, Manchester United (MU) adalah nama yang menakutkan bagi lawan-lawannya. Bukan hanya tim-tim yang berkutat di papan tengah atau zona degradasi, nama ’Setan Merah’ bahkan kerap membuat gentar tim "The Big Six" yang biasanya mengisi enam posisi teratas Premier League.
Tapi itu dulu. Setelah kursi kepelatihan di Old Trafford berganti, nama besar The Red Devils seakan ikut tenggalam. Mereka dianggap sudah bukan tim yang menakutkan lagi. MU tidak dipandang lagi oleh lawan-lawannya, bahkan oleh tim sekelas Bournemouth.
Bournemouth sebetulnya punya rekor pertemuan buruk dengan Setan Merah. Selama enam kali berduel, mereka sudah menelan empat kekalahan dan baru bisa menang sekali. Namun, catatan buruk tersebut dan juga nama besar MU sama sekali tidak membuat kubu Bournemouth takut. Bahkan menurut kapten The Cherries, Simon Francis, timnya kini bisa mengalahkan Setan Merah, termasuk saat kedua tim bertemu pada lanjutan pertandingan Liga Inggris di Vitality Stadium, Sabtu (3/11/2018).
Jika pada musim-musim sebelumnya, menjamu United bakal menjadi laga yang menyeramkan bagi Bournemouth, Francis tidak melihat hal tersebut bakal terjadi lagi. ”Tentu saja tidak ada yang membuat kami takut menghadapi mereka. Kami mungkin menjadi tim yang difavoritkan pada laga ini. Saya pikir kami tidak lagi menjadi tim mudah dikalahkan dalam pertandingan ini. Kami yakin kami bisa mengalahkan mereka,” ujar Francis.
Bournemouth memang sedang dalam performa oke pada musim ini. Terutama di Liga Primer Inggris. Hingga pekan kesepuluh, mereka sukses menempati peringkat keenam dengan mencatatkan enam kemenangan, dua kali imbang, dan dua kali kekalahan. Catatan Bournemouth bahkan lebih bagus ketimbang MU. Sejauh ini, pasukan Jose Mourinho itu baru mengoleksi lima kemenangan, dua kali imbang, dan tiga kali kalah. Catatan ini pun membuat The Red Devils tercecer di posisi kedelapan dan berada di bawah Bournemouth.
”Dengan poin yang kami kumpulkan sejauh ini, bahkan jika kami kalah dari United, orang mungkin memaklumi karena mereka berpikir kami sudah tampil oke pada awal musim. Tetapi, kami tidak ingin seperti itu,” kata Francis. ”Hasil-hasil positif yang sudah kami dapatkan menambah motivasi kami dan harus dibawa saat bertanding melawan United. Para pemain akan siap untuk maju dan sangat menantikan setiap pertandingan di Liga Primer Inggris. Mengapa tidak? Kami dalam kondisi baik saat ini,” imbuhnya.
Di kubu MU sendiri, kemenangan juga menjadi target yang tak bisa ditawar demi memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen. Demi mewujudkan target tersebut, Jose Mourinho pun berharap kepada Romelu Lukaku yang sudah tidak lagi menjebol gawang lawan di sembilan penampilan terakhirnya untuk United, bisa segera mengakhiri paceklik golnya. ”Saya pikir ketika dia [Lukaku] mencetak satu gol, hidupnya akan berubah,” kata Mourinho kepada MUTV. ”Untuk saat ini, saya rasa dia ada dalam tekanan karena tuntutan pribadi yang normalnya dimiliki penyerang, juga ditambah tekanan dari media. Jadi hidup ini terasa tidak mudah untuk striker ketika mereka tidak mencetak gol.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bournemouth-vs-manchester-united_20181103_150450.jpg)