Kampung Punye Gaye, Kampung Ramah Pejalan Kaki di Jakarta Sunter
ITDP menggunakan metode community development dalam proses pendampingan untuk mewujudkan kolaborasi dengan warga kampung.
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis
TRIBUNJAKARTA.COM, SUNTER - Kampung Punye Gaye merupakan Program Kampung Kota Bersama yang diiniasi oleh ITDP Indonesia, untuk membantu menata sejumlah kampung kota di DKI Jakarta agar lebih ramah terhadap pejalan kaki dan juga pesepeda.
ITDP menggunakan metode community development dalam proses pendampingan untuk mewujudkan kolaborasi dengan warga kampung.
Pelibatan ibu-ibu dan anak-anak juga adalah kunci pendampingan yang dilakukan ITDP.
Kedepannya, diharapkan kegiatan sejenis dapat diaplikasikan di banyak tempat atau kampung yang ada di DKI Jakarta dan sekitarnya.
Kampung di kota besar seperti Jakarta adalah lingkungan permukiman setingkat Rukun Warga (RW).
Berbagai kendala muncul di perkampungan yang ada di kota. Di antaranya, akses pejalan kaki yang nyaris tidak ada, tentunya hal ini membuat motor semakin menjamur untuk akses transportasi warga.
Menyadari hal ini, ITDP Indonesia sebagai organisasi non-profit bergerak di transportasi berkelanjutan, mulai bwrgerak mencari solusi permasalahan mobilitas warga kampung.
Dengan bantuan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, ITDP Indonesia mulai memetakan kampung-kampung kota binaan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang tergabung dalam Program Kampung Iklim (Proklim)
Lokasi percontohan kampung kota dipilih berdasarkan empat kriteria sebagai berikut :
1. Lokasi kampung berada dekat dengan stasiun atau halte transportasi umum massal.
2. Lokasi berpotensi dikembangkan sistem angkutan umum massal.
3. Lokasi kampung berada dekat dengan lokasi perencanaa pembangunan trotoar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
4. Adanya kelembaggan yang kuat dan partisipasi masyarakat yang aktif.
Tema Kampung Punya Gaye juga merupakan bentuk dari pengungkapan diri bawa bentuk kampung yang diinginkan warga berasal dari warga dan direalisasikan oleh warga sendiri.
Dalam hal ini, ITDP sudah menyulap empat dari 24 RT di RW 01 Sunter, yang sudah dilakukan penataan gang sesuai dengan yang telah diusulkan, yakni RT 09,12,15 dan 19.
Penyulapam gang dari kampung tersebut, berupa pembatan mural di gang-gang, pembuatan batas jalan antara jalan yang boleh dilewati, tempat parkir motor dan area tanaman.
Di beberapa gang juga terdapat dokumentasi kegiatan warga berupa foto yang di cetak dan digantung di awal masuk gang.
Terealisasinya hal ini juga berkat partisipasi warga RW 01 Sunter dan keaktifan karang taruna yang ikut serta membantu pengerjaannya.
Yoga Adiwinarto selaku Country Director ITDP Indonesia mengatakan, adanya peran dari masyarakat diharapkan mendapat sambutan baik dari pemerintah.
"Peran aktif masyarakat sudah seharusnya disambut baik pemerintah dengan mengintervensi rencana perbaikan masif yang harus dibarengi dengan kebijakan dan instruksi dari para pengambil keputusan," kata Yoga Adiwiarto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/gang-padat-penduduk_20181104_123117.jpg)