Pura-pura Jadi Korban Perampokan Hingga Lapor Polisi, Rekayasa Sopir Truk Minimarket Terbongkar

Rekayasa menjadi korban perampokan yang dibuat IK (32) untuk mengelabui aparat kepolisian berhasil terbongkar.

Pura-pura Jadi Korban Perampokan Hingga Lapor Polisi, Rekayasa Sopir Truk Minimarket Terbongkar
Dok Polsek Tambora
Mobil truk HINO menjadi barang bukti pencurian diamankan oleh aparat Polsek Tambora, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBORA - Rekayasa menjadi korban perampokan yang dibuat IK (32) untuk mengelabui aparat kepolisian akhirnya berhasil terbongkar.

‎Awalnya, IK yang merupakan sopir truk boks pembawa barang belanjaan minimarket mengaku sebagai korban perampokan dan melapor ke Mapolsek Tambora, Jakarta Barat.

"Pada Jumat sekitar pukul 05.30 WIB, Polsek Tambora menerima laporan tentang kasus perampasan mobil HINO Indomaret dengan menggunakan senpi yang berisi uang tunai sekira Rp 45 juta yang dilaporkan oleh pelaku IK," kata Kanit Reskrim Polsek Tambora, AKP Supriyatin saat dikonfirmasi, Minggu (4/11/2018).

Setelah mendapat laporan itu, Supriyatin bersama anggotanya menyelidiki dan berkordinasi dengan Jasa Marga serta Patroli Jalan Raya (PJR).

Ia mendapat informasi bahwa mobil boks HINO bernomor polisi B 9421CR warna hijau ditemukan oleh PJR Tol Sediyato KM18 arah Bandara Soekarno-Hatta.

Setelah barang bukti ditemukan, polisi langsung melakukan prarekonstruksi mulai dari TKP awal yang dilaporkan hingga tempat korban mengaku dibuang oleh pelaku.

‎Namun, kata Supriyatin, dari hasil prarekontruksi ditemukan beberapa kejanggalan antara keterangan korban dengan situasi di lapangan.

"Karena banyak kejanggalan, kami pun melakukan penyelidikan yang lebih intensif kepada korban hingga ia‎ mengakui kalau semua‎ yang dilaporkan itu adalah bohong," kata Supriyatin.

Supriyatin menerangkan dalam pengakuannya, IK beraksi bersama rekannya berinisial SU (31) untuk mengambil uang di mobil yang dikendarainya.

Pelaku merusak gembok dan mengambil uang serta membuang gembok, brankas dan kunci roda di pinggir kali daerah PIK Penjaringan, Jakarta Utara.

"Setelah itu uang disimpan oleh SU dan barulah mobil ditinggalkan di pinggir tol Sediyatmo KM 18 arah bandara," kata Supriyatin.

Supriyatin menambahkan, untuk meyakinkan rekayasanya, pelaku melukai badan dan merobek bajunya sebelum membuat laporan ke polisi.

"Awalnya pelaku membuat laporan ke Polsek Cengkareng namun ditolak, lalu di Polsek Penjaringan ditolak karena TKP bukan di wilayah tersebut namun di wilayah hukum Polsek Tambora," kata Supriyatin.

‎Atas perbuatannya, pelaku akan dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved