Lion Air JT610 Jatuh

RS Polri Sudah Ambil 183 Sampel DNA Keluarga Korban Lion Air PK-LKP

Pascakecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP, Rumah Sakit Bhayangkara I R. Said Sukanto (RS Polri) telah menerima 183 sampel DNA dari keluarga korban.

RS Polri Sudah Ambil 183 Sampel DNA Keluarga Korban Lion Air PK-LKP
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Wakil Kepala RS Polri Kramat Jati, Kombes dr.Haryanto di Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (4/11/2018). 

Laporan Wartawan TribubJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMATJATI - Pascakecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP, Rumah Sakit Bhayangkara I R. Said Sukanto (RS Polri) telah menerima 183 sampel DNA dari keluarga korban.

Hal itu disampaikan Wakil Kepala RS Polri, Kombes dr. Haryanto di Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

"Dari 255 (yang memberikan data antemortem) ini, mengerucut pada data 189 AM (antemortem). Jadi dari 189, yang diambil DNA-nya ada 183," ujar Haryanto, Minggu (4/11/2018).

Haryanto menjelaskan adanya selisih data antemortem dan DNA, karena pihaknya menemukan adanya satu keluarga menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP.

"Sepertinya sudah semua diambil (sampel DNA). Kenapa ada selisih seperti ini, karena disitu ada beberapa penumpang yang satu keluarga, jadi antemortem-nya hanya satu," ujar Haryanto.

Adapun pemeriksaan DNA jenazah korban dan keluarga menjadi penting, karena sebagian besar jenazah korban yang dikirim ke RS Polri dalam keadaan yang tidak utuh.

Maka dari itu, proses identifikasi jenazah korban menjadi cukup lama, karena menunggu hasil pemeriksaan DNA yang paling cepat selesai dalam empat hari.

Sedangkan pada hari ini, tim Disaster Victim Identification (DVI) akan melakukan proses identifikasi terhadap 32 kantong jenazah yang baru datang pada Sabtu (3/11/2018) malam.

"Jadi sampai saat ini, kita periksa 32 kantong (jenazah) terakhir, untuk perkembangan identifikasi kita menunggu titik-titik hasil pemeriksaan DNA," ujar Haryanto.

Sebelumnya, tim DVI sudah berhasil mengidentifikasi tujuh jenazah dari total kantong jenazah yang diterima hingga Sabtu (3/11/2018) malam.

Terakhir, tiga jenazah penumpang pesawat Lion Air PK-LQP, teridentifikasi lewat antemortem, seperti sidik jari, maupun properti yang melekat.

Ketiga Jenazah tersebut adalah Endang Sri Bagusnita, Wahyu Susilo, Fauzan Azima.

Sedangkan, tim Basarnas dibantu oleh TNI, Polri, serta relawan lainnya masih mencari para korban dan puing pesawat. Mereka juga berusaha mencari Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air JT 610 yang jatuh.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved