Karutan Jaktim Ungkap Pretty Selama di Penjara Aktif Jadi Sutradara dan Main Film

Kepala Rutan Jakarta Timur, Eko Suprapti menceritakan kehidupan mendiang Pretty Asmara di rutan.

Karutan Jaktim Ungkap Pretty Selama di Penjara Aktif Jadi Sutradara dan Main Film
TribunJakarta.com/Leo Permana
Kepala Rutan Jakarta Timur, Eko Suprapti saat ditemu di RS Pengayoman Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (4/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Kepala Rutan Jakarta Timur, Eko Suprapti menceritakan kehidupan mendiang Pretty Asmara di rutan.

Ia menyampaikan Pretty Asmara aktif menjadi sutradara dan main film di dalam rutan.

Eko pun menyampaikan  selama di rutan, Pretty Asmara tidak sakit-sakitan.

"Tidak, tapi begitu dia sakit, kita periksakan ke dokter yabg berada di rutan," kata Eko Suprapti di RS Pengayoman Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (4/11/2018).

"Lalu dokter di rutan mengatakan jika Pretty harus dibawa ke luar (rumah sakit), maka kita bawa keluar sesuai SOP kita," lanjut dia.

Ia mengatakan saat aktif menjadi sutradara, kondisi Pretty memang sudah duduk di kursi roda

Namun saat itu, kondisi Pretty sehat-sehat saja.

"Pretty masih bisa ketawa-tawa bersama teman-temannya, sehat saja," ujar Eko.

Ia pun merasa kehilangan ditinggal sosok yang sudah dianggapnya sebagai anaknya di dalam rutan.

"Kita sayang sekali melepas mbak Pretty yang sudah kami anggap sebagai anak di dalam rutan," tuturnya.

"Keluhan-keluhan apapun darinya, kami dengarkan, menurut saya mbak Pretty itu orang yangg baik, dia selalu ceria, tak pernah menunjukkan jika dirinya sedang sakit," tambah Eko.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan, Ade Kusmanto menyampaikan almarhumah belum berstatus narapidana.

TERPOPULER, Pretty Asmara Meninggal, Permintaan Terakhir dan Pengakuan Vicky Prasetyo

TERPOPULER: Pretty Asmara Meninggal Dunia, Kesaksian Vicky Prasetyo Sampai Permintaan Terakhir

"Almarhumah saat ini belum menjadi narapidana, karena belum putus di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," kata Ade di lokasi, Minggu (4/11/2018).

"Ia dipidana enam tahun dan denda Rp 1 Milyar, selanjutnya banding menjadi 8 tahun, masih kasasi di Mahkamah Agung," pungkasnya.

Penulis: Leo Permana
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved