Kekhawatiran Kusir Delman di Tanjung Priok saat Musim Hujan Tiba

Memasuki musim hujan di penghujung tahun 2018, rupanya memberi dampak bagi kusir delman di Tanjung Priok.

Kekhawatiran Kusir Delman di Tanjung Priok saat Musim Hujan Tiba
TribunJakarta.com/Afriyani Garnis
Uden (20) sedang menunggu penumpang yang hendak berkeliling memggunakan delman miliknya. 

"Kalau naik delman satu orang Rp 5000, kalau ngak mau sama orang lain bayar Rp 30 ribu saya langsung jalan walaupun isinya kurang dari enam orang," kata Empu.

Selain Empu, Uden (28) warga Bandung juga merupakan kerabat dari Empu yang memiliki profesi yang sama.

Uden pun mengatakan, pendapatannya akan semakin berkurang jika hujan tiba.

Kuda tidak akan bisa dibawa keluar saat turun hujan menurutnya.

Diduga Jadi Korban Salah Tembak, Seorang Warga Tewas Tertembak oleh Polisi di Ciracas

Roda Pesawat, ELT, dan Flight Direction Dipindahkan ke Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran

"Iya kita begini saja, mangkal kalau ada yang naik ya dibawa kalau tidak yan nunggu, paling kalau hujan langsung pulang. Kalau sebelum keluar kandang hujan ya ngak jadi cari uangnya, kasian juga sama kudanya," kata Uden.

Untuk menjaga kondisi fisik kuda, Empu dan Uden kerap memberi jamu yang diraciknya sendiri untuk ketahan tubuh kuda menarik delman.

Jamu tersebut terdiri dari kunyit, telor, kratindeng, dan susu beruang yang dicampur dan diminumkan ke kuda miliknya.

Menurutnya, hal itu membuat ketahan fisik kuda lebih terjaga dan tidak mudah sakit.

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved