Pemkot Depok Dianggap Tak Perhatian, Warga Portes Bau Busuk Sampak dari Situ Pendongkelan

Warga mengeluhkan Situ Pedongkelan yang mendangkal akibat lumpur dan sampah yang menumpuk bertahan-tahun.

Pemkot Depok Dianggap Tak Perhatian, Warga Portes Bau Busuk Sampak dari Situ Pendongkelan
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Sebuah ekskavator mengeruk lumpur dan sampah di Situ Pedongkelan, Cimanggis, Depok, Senin (05/11/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS - Warga mengeluhkan Situ Pedongkelan yang mendangkal akibat lumpur dan sampah yang menumpuk bertahan-tahun.

Situ Pendongkelan cukup mengganggu warga karena menimbulkan aroma tak sedap dan menjadi sarang nyamuk.

Juru Situ Pedongkelan, Sain M. Iskandar, mengatakan pendangkalan di sisi semulai memburuk sekira 2014 dan terus dibiarkan hingga tampak seperti daratan.

"Pendangkalan itu membuat sampah menumpuk, rumput juga tumbuh lebat seperti hutan. Jadi nyamuk bersarang, pas malam berkeliaran di rumah warga. Sampahnya itu juga bikin bau, kecium sampai di rumah warga," kata Sain di Situ Pedongkelan, Depok, Senin (05/11/2018).

Bau dan nyamuk itu melanda warga yang bermukim di sekitar Situ Pedongkelan, khususnya warga RW 05 Kelurahan Tugu yang jarak rumahnya dengan Situ hanya beberapa meter.

Dia menilai Pemkot Depok mengambil keuntungan karena seluruh situ di Depok dikelola Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) sehingga merasa tak perlu turun tangan.

"Yang paling kena dampak itu warga RW 05, karena tempat tinggalnya paling dekat sama Situ. Sudah sering dikeluhkan warga tapi sampai sekarang Pemkot Depok enggak turun tangan dengan alasan Situ dikelola BBWSCC," ujarnya.

Samin menuturkan sebelum Situ Pedongkelan dikeruk menggunakan dana bantuan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, pendangkalan di sisi selatan membuat warga mampu berjalan di atas tumpukan sampah dan lumpur.

Meski bau sampah menusuk hidung, sejumlah warga bahkan mengarit rumput dan membiarkan ternak kambingnya mencari makan di antara sampah.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved