Atasi Kemacetan, Jalan Bendungan Melayu Tugu Utara Akan Dibuat Satu Jalur

Jalan Bendungan Melayu Tugu Selatan yang kerap macet merupakan jalur utama bagi warga RW 01 RW 02 Kelurahan Tugu Selatan.

Atasi Kemacetan, Jalan Bendungan Melayu Tugu Utara Akan Dibuat Satu Jalur
TribunJakarta.com/Afriyani Garnis
Camat Koja, Yusuf Madjid saat di lokasi penertiban pedagang Pasar Bendungan Melayu Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, (6/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Jalan Bendungan Melayu Tugu Selatan yang kerap macet merupakan jalur utama bagi warga RW 01 RW 02 Kelurahan Tugu Selatan.

Proses pengembalian fungsi jalan akan dilakukan dengan memberlakukan jalur satu arah bagi pengguna kendaraan roda empat.

Camat Koja Yusuf Madjid mengatakan aturan tersebut diberlakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Bendungan Melayu karena adanya aktivitas pasar.

"Nah jalannya kita buat satu jalur, ini sedang sosialisasi kita buat rambu swadaya dulu, kita harapkan dari Dishub bisa menjadi ketetapan jalan satu arah khusus untuk kendaraan roda empat," ujar Yusuf di Jalan Bendungan Melayu, Selasa (6/11/2018).

Menurutnya, Jalan Bendungan Melayu yang berukuran sekira 6 meter tersebut akan dibagi menjadi dua saat pagi hari, untuk aktivitas pasar hingga pukul 09.00 WIB.

Sehingga lebarnya yang mencapai 3 meter bisa digunakan untuk akses kendaraan.

Sedangkan setelah pukul 09.00 WIB, keseluruhan lebar jalan bisa digunakan warga yang melintas.

Warga yang menggunakan kendaraan roda empat, bisa melintas dari Jalan Plumpang kedalam Jalan Bendungan Melayu, sedangkan akses untuk warga keluar ditutup dan diarahkan ke jalan lain.

"Kalau dari jalan Plumpang Raya itu semua boleh masuk karena didalam banyak sekolah, kantor lurah, perkantoran ini yang kita hidupkan.Yang dari dalam keluar khusus mobil tidak kita ijinkan, supaya tidak timbul kemacetan," jelas Yusuf.

Aturan tersebut akan berlaku 24 jam dan akan diuji coba selama satu bulan.

"Selama 1 bulan uji coba untuk jalur satu arah, setelah warga terbiasa baru kita tetapkan menjadi larangan permanen dan akan diberlakukan 24 jam," ujar Camat Koja tersebut.

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved