Pilpres 2019

Ibaratkan Jadi Pengacara Koruptor, Ismail Yusanto Sebut Belum Tentu Yusril Mendukung Jokowi-Maruf

"Belum tentu beliau mendukung, kan? Harus dilihat seperti itu juga," kata Ismail Yusanto.

Ibaratkan Jadi Pengacara Koruptor, Ismail Yusanto Sebut Belum Tentu Yusril Mendukung Jokowi-Maruf
Tribunnews.com/ Rizal Bomantama
Yusril Ihza Mahendra dan Juru Bicara HTI Ismail Yusanto usai sidang pendahuluan permohonan uji materiil Perppu No 2 Tahun 2017 tentang organisasi massa di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2017). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto menganggap pernyataan cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, soal Yusri Ihza Mahendra yang mulai tak sejalan dengan HTI, sebagai pernyataan yang keliru.

Dihubungi Tribunnews.com, Ismail Yusanto menegaskan bahwa pada Jumat (2/11/2018) kemarin, Yusril masih menjalankan profesinya sebagai lawyer yang profesional untuk HTI.

"Konpers kemarin beliau masih bilang bahwa bendera yang dibakar itu bukan bendera HTI, kemudian HTI bukan organisasi terlarang, dan beliau siap melakukan somasi kepada siapa saja yang mengatakan HTI adalah organisasi terlarang" ujar Ismail, Selasa (6/11/2018).

Dilanjutkan Ismail, meski Yusril sebagai pengacara Jokowi-Ma'ruf, bukan berarti pula Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) itu sejalan dengan pasangan nomor urut 01 tersebut.

A Man Called Ahok Tayang 8 November, Daniel Mananta Deg-degan hingga Tak Ada Adegan Jadi Gubernur

"Belum tentu beliau mendukung, kan? Harus dilihat seperti itu juga," kata Ismail Yusanto.

Dirinya mencontohkan seperti seorang pengacara tersangka kasus korupsi, yang mana menurut Ismail, belum tentu juga sang pengacara mendukung perilaku korupsi.

"Saya coba memahaminya seperti itu," kata Ismail Yusanto.

Sebelummya, cawapres nomor urut 01, KH. Ma'ruf Amin mengatakan masuknya Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara Jokowi-Maruf Amin sangat disyukurinya.

Kubu Jokowi Dituduh Goreng Tampang Boyolali, Hingga Sederet Tanggapan Soal Ucapan Prabowo

Selain itu, Ma'ruf tak mempermasalahkan rekam jejak Yusril yang merupakan kuasa hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Diketahui, Yusril menjadi kuasa hukum HTI saat melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi pada 18 Juli 2017.

Menurutnya, kesedian Yusril menjadi pengacara pasangan Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019, menunjukan Yusril telah tidak sejalan dengan ormas yang resmi dibubarkan pemerintah itu.

"Artinya dia berarti sudah tidak sejalan lagi dengan mereka (HTI)," kata Ma'ruf.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved