Khawatir Warganya Kesulitan Akses Jalan, Ketua RW Apresiasi Penataan Jalan Bendungan Melayu

Sejak itu sudah berulangkali dilakukan penertiban namun setelahnya pedagang selalu kembali menggelar lapaknya.

Khawatir Warganya Kesulitan Akses Jalan, Ketua RW Apresiasi Penataan Jalan Bendungan Melayu
TRIBUNJAKARTA.COM/AFRIYANI GANIS
Petugas Satpol PP mengangkut meja dan etalase 8milik pedagang yang masih berada di pinggir kali dan diatas trotoar saat penertiban Pasar Bemdungan Melayu, Koja, Jakarta Utara Selasa, (6/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis 

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Warga Kelurahan Rawa Badak Selatan mengapresiasi penataan pengembalian fungsi Jalan Bendungan Melayu, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Selama ini mereka merasa jalan tersebut sulit dilintasi akibat keberadaan pedagang yang memicu kesemrawutan lalulintas.

Ketua RW 01 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Mohamad Amin mengatakan, keberadaan pedagang yang memicu kesemrawutan jalan sudah terjadi sejak tahun 1990an.

Sejak itu sudah berulangkali dilakukan penertiban namun setelahnya pedagang  selalu kembali menggelar lapaknya.

"Baru kali ini dilakukan penataan terpadu. Jadi pedagang diatur jam operasionalnya dan petugas memastikan jalan bisa dilintasi," katanya saat ditemui di Jalan Bendungan Melayu,  Selasa (6/11/2018).

Dijelaskan Mohamad Amin, sebelum dilakukan penataan warganya kerap mengeluhkan kesulitan melintasi jalan.

Keberadaan pedagang diperparah kendaraan pembeli yang parkir sembarangn dan becak yang mangkal di tepi jalan.

Tidak hanya warga, menurutnya keluhan serupa juga diutarakan wali murid dan siswa sejumlah sekolah yang ada di kawasan Jl Bendungan Melayu, seperti SMAN 110, SDN 11 da 12 Rawa Badak Selatan serta Sekolah Luar Biasa Negeri 4.

"Kalau lagi jam padat kita sampai tidak bisa melintas. Kami ucapkan terimakasih atas penataan ini," katanya.

Dirinya pun merasa khawatir jika warganya sedang dalam kondisi darurat seperti sakit parah dan melahirkan.

Petugas Satpol PP mengangkut meja dan etalase 8milik pedagang yang masih berada di pinggir kali dan diatas trotoar saat penertiban Pasar Bemdungan Melayu, Koja, Jakarta Utara Selasa, (6/11/2018).
Petugas Satpol PP mengangkut meja dan etalase 8milik pedagang yang masih berada di pinggir kali dan diatas trotoar saat penertiban Pasar Bemdungan Melayu, Koja, Jakarta Utara Selasa, (6/11/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/AFRIYANI GANIS)

Tentunya kemacetan yang terjadi di Jalan Bendungan Melayu akan menghambat warganya.

"Jalan ini kendalanya kan kalau ada yang sakit, melahirkan, itu kan ngak bisa prediksi. Sedangkan jalan ini pagi, sore hingga malam selalu macet," ujarnya.

Selain Ketua RW01 Mohamad Amin, Hariyani (30) satu di antara warga dan pedagang juga merasa senang dengan ada penataan pedagang yang kerap membuat macet.

"Ya penataan begini mau gimana lagi ya, bagus kok, ya semoga ngak macet lagi. Pedagang yang di trotoar juga harus tertib menurut saya. Kalau saya kan dagangnya di atas jembata," katanya.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved