Polres Metro Bekasi Kota Ingin Manfaatkan Ribuan Ojek Online Jadi Mata dan Telinga Polisi

Polres Metro Bekasi Kota ingin bekerjasama dengan penyedia layanan ojek online (Ojol) untuk memanfaatkan pengemudinya sebagai mata dan telinga polisi.

Polres Metro Bekasi Kota Ingin Manfaatkan Ribuan Ojek Online Jadi Mata dan Telinga Polisi
TribunJakarta.com/Rafdi Ghufran Bustomi
Pengemudi ojek dikumpulkan di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (11/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Polres Metro Bekasi Kota ingin bekerjasama dengan penyedia layanan ojek online (Ojol) untuk memanfaatkan pengemudinya sebagai mata dan telinga polisi.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengatakan, keberadaan pengendara ojol sangat potensial untuk dijadikan mitra keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Itukan ojek online kan ribuan di Bekasi kota ini, saya lihat mereka 24 jam di hampir semua tempat, kadang-kadang ada tempat dimana polisi gak masuk dia masuk, saya ingin bekerja sama dengan Gojek ini bisa jadi mata dan telinga kami," kata Indarto, Selasa (6/11/2018).

Konsep kerja sama yang akan dibangun kata Indarto yakni, pihak penyedia aplikasi Gojek dapat memasang layanan pengaduan yang ada pada pengemudi yang nantinya tersambung dengan command center Polres Metro Bekasi Kota.

"Saya berharap di aplikasinya Gojek itu yang terhubung dengan command Center kami, jadi kalau dia lihat ada kejahatan, bisa langsung melapor, dia melihat kecelakaan mereka bisa segera lapor, jadi kita punya mata dan telinga jumlahnya ribuan, jadi mobil patrolinya mungkin hanya 20 tapi ribuan ojol ini membantu kami," jelas dia.

Sejauh ini, pihaknya tengah menyusun MoU perihal rencana kerja sama tersebut, jika MoU telah rampung pihaknya akan langsung melakukan kajian dengan manajemen Gojek untuk sama-sama membahas teknis wacana kerja sama.

Sebelumnya Polres Metro Bekasi Kota juga telah melakukan kerja sama dengan Gojek terkait penyediaan Cashless Payment Service (CPS) pembayaran non-tunai untuk pengurusan SIM dan SKCK.

Kapok Jualan Sayur Keliling, Daryanto Jadi Pengemudi Ojek Online Hingga Pernah Antarkan Artis

Viral Pengemudi Ojek Online Dibogem Penumpang Perempuan Karena Minta Dibuatin Kopi

Viral, Pembelaan Seorang Wanita yang Tampar Driver Ojek Online karena Diduga Minta Dibuatkan Kopi

"Pendekatan dengan driver kita akan lakukan juga kalau MoU sudah rampung, dan yang paling penting juga dengan dasar itu kita memberikan pemahaman kesadaran kamtibmas kepada pengemudi gojek," kata Indarto.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved