Lion Air JT610 Jatuh

Keluarga Penumpang Lion Air PK-LQP Mendapatkan Pendampingan Psikologi

Pendampingan psikologi ini diberikan oleh 20 psikolog yang berasal dari Polri dan TNI di ruang Trauma Healing yang ada di posko keluarga, RS Polri

Keluarga Penumpang Lion Air PK-LQP Mendapatkan Pendampingan Psikologi
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Vice Commander Disaster Victim Identification (DVI) Kombes Pol Triawan Marsudi, Rabu (7/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Sebanyak 154 keluarga penumpang Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP tujuan Pangkal Pinang telah mendapatkan pendampingan psikologi dari pihak RS Polri Kramat Jati.

"Sudah ada 154 keluarga yang mendapatkan pendampingan psikolog, kami mohon doa dan dukungan demi suksesnya kelancaran proses indentifikasi ini," ucap Vice Commander Disaster Victim Identificatiom (DVI) Kombes Pol Triawan Marsudi, Rabu (7/11/2018).

Pendampingan psikologi ini diberikan oleh 20 psikolog yang berasal dari Polri dan TNI di ruang Trauma Healing yang ada di posko keluarga, RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Selain memberikan pendampingan di posko keluarga, para psikolog ini juga kerap kali itu dalam prosesi penyerahan jenazah penumpang Lion Air yang telah teridentifikasi.

Mereka ikut untuk menenangkan dan menegarkan hari anggota keluarga dari penumpang pesawat naas tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat jenis Boeing 737 Max 8 milik maskapai Lion Air ini mengalami kecelakaan sesaat setelah meninggalkan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten pada Senin (29/10/2018) pagi.

Pesawat sempat dilaporkan meminta untuk kembali ke bandara Soekarno-Hatta, sebelum kemudian hilang kontak pukul 06.33 WIB.

PALYJA Sediakan Air Siap Minum di Museum Nasional

Hari Terakhir Evakuasi Lion Air PK-LQP, RS Polri Total Terima 185 Kantong Jenazah

Cerita Relawan Penyelam saat Evakuasi Pesawat Lion Air, Sempat Takut Lihat Jenazah di Dasar Laut

Terakhir, pesawat itu terlihat berada di koordinat 05 48.934 S 107 07.384 E T.

Pantauan dari Flightaware, pesawat terakhir berada di Tanjung Karawang, namun kemudian hilang dari jalur.

Tim DVI sendiri hingga hari kesepuluh pascakecelakaan pesawat naas itu telah berhasil mengidentifikasi 44 orang penumpang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 diantaranya berjenis kelamin pria dan 11 orang lainnya wanita.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved