Museum Sejarah Jakarta di Kawasan Kota Tua Paling Banyak Dikunjungi Wisatawan

Museum Sejarah Jakarta menjadi museum dengan tingkat pengunjung tertinggi dibanding museum lainnya di DKI Jakarta.

Museum Sejarah Jakarta di Kawasan Kota Tua Paling Banyak Dikunjungi Wisatawan
TRIBUNJAKARTA.COM/ NOVIAN ARDIANSYAH
30 orang siswa dari SMKN 40 Jakarta bernyanyi di depan Museum Sejarah Jakarta, Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat (16/2/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Museum Sejarah Jakarta menjadi museum dengan tingkat pengunjung tertinggi dibanding museum lainnya di DKI Jakarta.

Letaknya di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, dan mudah diakses semua orang, mendongkrak jumlah kunjungan ke Museum Sejarah Jakarta.

"Destinasi untuk museum, museum Sejarah Jakarta-lah yang paling in di sana di Kota Tua," ungkap Pelaksana Tugas ( Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Asiantoro, Kamis (8/11/2018).

"Jumlahnya enggak pasti, saya enggak hapal tapi yang jelas untuk pengunjung di sana yang paling tinggi," Asiantoro menambahkan. 

Selain itu, lanjut Asiantoro, suasana Museum Sejarah Jakarta nyaman dan memiliki bangunan lebih luas menjadikannya ramai dikunjungi wisatawan.

"Kawasan Kota Tua terdiri dari banyak museum, kalau kita ke sana ruang luas bangunannya Museum Sejarah yang paling banyak dibanding Museum Wayang, Museum Seni Rupa. Karena Museum Sejarah daya tampungnya lebih luas, enak sekali kalau di sana," kata Asiantoro.

Ia menambahkan, Disparbud DKI Jakarta terus mengupayakan jumlah kunjungan masyarakat ke museum-museum di DKI Jakarta, salah satunya lewat pameran dan festival.

"Seperti di Museum Tekstil ini kan kegiatannya banyak pameran-pameran itu dalam rangka mengajak orang untuk datang. Diharapkan meningkatkan minat kunjungan juga dengan event-event yang ada di museum," beber dia.

Asiantoro menjelaskan, berdasarkan data yang ada, sejauh ini wisatawan dari negara Asia menjadi yang terbanyak berkunjung ke museum di DKI Jakarta.

"Data yang ada kunjungan wisatawan itu yang tertinggi dari Asia, dari China, Jepang itu yang tertinggi. Dengan data tersebut kita buat acara-acara yang mirip-mirip itu orang Asia senangnya begitu kita buatkan festival," kata Asiantoro.

Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved