Breaking News:

Hari ke-12 Operasi DVI Lion Air PK-LQP, RS Polri Sudah Periksa 626 DNA

Tim DVI telah memeriksa 626 sampel DNA dari beberapa kantong jenazah yang telah tiba di RS Polri Kramat Jati sejak hari pertama jatuhnya Lion Air.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Konpres update operasi DVI di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (9/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bika Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah memeriksa 626 sampel DNA dari beberapa kantong jenazah yang telah tiba di RS Polri Kramat Jati sejak hari pertama jatuhnya Lion Air PK-LQP.

Jumlah tersebut berasal dari 194 kantong jenazah yang telah tiba di posko postmortem RS Polri Kramat Jati hingga hari ini.

"Total sebanyak 194 kantong jenazah sudah kami terima dan DNA yang kami ambil sudah ada sebayak 626 sampel," ucap Koordinator antemortem RS Polri Said Sukanto Kramat Jati Kombes Pol Saljyana, Jumat (9/11/2018).

Jumlah sampel DNA tersebut sudah termasuk delapan kantong jenazah yang baru tiba malam hari tadi di posko postmortem.

"Kantong jenazah yang tiba semalam, pagi tadi sudah langsung kami ambil sampel DNA-nya," ujarnya di Gedung Sentra Visum dan Medikolegal, RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Seperti diketahui, hingga hari ke-12 operasi penyelamatan korban Lion Air PK-LQP ini, RS Polri Kramat Jati telah berhasil mengidentifikasi 71 penumpang pesawat naas tersebut.

Dari jumlah tersebut, terdiri dari 42 laki-laki dan 19 oeang wanita.

Tipu Korban dengan Mengaku Biro Jasa Hingga Untung Rp 70 Juta, Kiki Terancam Empat Tahun Penjara

Jadi Mitra Warung Pintar, Pria Ini Bisa Raup Rp 500 Ribu dalam Beberapa Jam

Sebelumnya, pesawat jenis Boeing 737 Max 8 milik maskapai Lion Air ini mengalami kecelakaan sesaat setelah meninggalkan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten pada Senin (29/10/2018) pagi.

Pesawat sempat dilaporkan meminta untuk kembali ke bandara Soekarno-Hatta, sebelum kemudian hilang kontak pukul 06.33 WIB.

Terakhir, pesawat itu terlihat berada di koordinat 05 48.934 S 107 07.384 E T.

Pantauan dari Flightaware, pesawat terakhir berada di Tanjung Karawang, namun kemudian hilang dari jalur.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved